Rabu, 21 Oktober 2026
11:34 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Kuil Nezu

Kuil Nezu

kuil Shinto di Tokyo, Jepang

Bagikan:
Kuil Nezu
根津神社
330px-Nezu_Shrine_2010.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Honden Kuil Nezu
Agama
AfiliasiShinto
DewaSusanoo-no-Mikoto
Lokasi
osm-intl,13,35.720277777778,139.76083333333,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Kuil_Nezu&revid=29295642&groups=_13f54d46355436fbac7d3641ffbd8eff703effcd&parser=parsoid
Peta interaktif Kuil Nezu
根津神社
Lokasi1 Chome-28-9 Nezu, Bunkyō, Tokyo 〒 113-0031
Koordinat35°43′13″N 139°45′39″E / 35.72028°N 139.76083°E / 35.72028; 139.76083
Arsitektur
GayaIshi-no-ma-zukuri
Dibangun olehYamato Takeru
Didirikan1705
Situs web
www.nedujinja.or.jp
40px-Shinto_torii_icon_vermillion.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Daftar istilah Shinto

Kuil Nezu (根津神社, Nezu-jinja) adalah kuil Shinto yang terletak di Bunkyō, Tokyo, Jepang.

Didirikan pada tahun 1705, kuil ini merupakan salah satu rumah ibadah tertua di Tokyo, dan beberapa bangunan di halaman kuil telah ditetapkan sebagai Properti Kebudayaan Penting. Kuil ini dibangun dengan gaya arsitektur jinja Ishi-no-ma-zukuri, mengikuti Nikkō Tōshō-gū di Nikkō, Tochigi.

Kuil ini terkenal[1][2] karena Festival Azalea (Tsutsuji Matsuri) yang digelar di halamannya dari awal April hingga awal Mei, dan disebut-sebut sebagai "kuil terindah di Tokyo"[1] dan sebagai salah satu "pemandangan musim semi paling spektakuler" di kota ini.[2]

Kuil ini merupakan salah satu dari Sepuluh Kuil Utama Tokyo (東京十社, Tokyo Jissha).[3]

Sejarah

Menurut legenda, kuil Nezu didirikan di Sendagi, tepat di utara lokasi saat ini, pada abad ke-1 Masehi oleh Yamato Takeru (juga dikenal sebagai Pangeran Ōsu), putra Kaisar Keikō.[4][2][5] Dewa utama di kuil ini adalah Susanoo-no-Mikoto, dewa laut dan badai.[4]

Pada tahun 1705,[1] kuil ini dipindahkan ke Nezu oleh Tokugawa Tsunayoshi (1646–1709), shōgun kelima dari dinasti Tokugawa, saat ia memilih penggantinya, Tokugawa Ienobu (1662–1712).[4][2] Tidak ada yang tersisa dari bangunan kuil lama,[1] tetapi kuil ini masih menjadi salah satu kuil tertua di kota ini.[1]

Ketika Kaisar Meiji memindahkan kediamannya dari Kyoto ke Tokyo pada tahun 1868-1869, ia mengirim utusan ke kuil tersebut untuk memohon restu kepada para dewa atas namanya.[2]

Arsitektur

Torii

Terdapat banyak torii (鳥居) yang mengelilingi Kuil Nezu. Dua pintu masuk utama ditandai dengan torii merah besar bergaya myōjin, yang sangat umum dalam arsitektur Shinto, ditandai dengan ambang atas yang melengkung. Sebuah plakat di atasnya bertuliskan 根津神社, nama kuil. Gapura tersebut juga diapit oleh sepasang lentera.

Salah satu fitur kuil yang paling terkenal[2][1] adalah jalur torii berwarna merah terang yang melintasi lereng bukit di sebelah kiri aula utama. Di tengah jalur tersebut terdapat anjungan pandang di atas kolam ikan koi, yang menghadap ke halaman kuil utama. Kuil cabang Otome Inari terletak di sini.[2]

Jalur torii lain yang lebih pendek menuruni beberapa anak tangga dari kuil cabang Komagome mengarah ke jalur torii yang lebih besar.

  • Myōjin torii merah di salah satu pintu masuk
    Myōjin torii merah di salah satu pintu masuk
  • Sebuah myōjin torii batu
    Sebuah myōjin torii batu
  • Pintu masuk ke jalan torii
    Pintu masuk ke jalan torii
  • Jalan torii yang lebih pendek
    Jalan torii yang lebih pendek

Rōmon

Rōmon (楼門) bertingkat dua adalah jenis mon yang memiliki lantai atas yang tidak dapat diakses. Meski mulanya merupakan elemen arsitektur Buddha, jenis mon ini juga umum ditemukan di kuil-kuil Shinto. Mon di Kuil Nezu terletak di antara honden dan sebuah jembatan kecil, yang menjadikannya objek wisata populer di kuil tersebut.[1]

Sebuah plakat di atas gerbang bertuliskan Nezu-jinja (根津神社). Kuil ini dijaga oleh dua zuishin,[6] patung prajurit-penjaga kami yang digambarkan memegang busur dan anak panah.

Dibangun pada tahun 1706,[1] gerbang ini ditetapkan sebagai Properti Kebudayaan Penting.[4]

  • Rōmon tampak depan
    Rōmon tampak depan
  • Plakat dengan nama kuil
    Plakat dengan nama kuil
  • Detail satu sisi rōmon
    Detail satu sisi rōmon
  • Salah satu dari dua patung zuishin
    Salah satu dari dua patung zuishin

Honden

Bangunan utama kuil Nezu disebut honden (本殿, aula utama) bergaya Ishi-no-ma-zukuri, sebuah struktur kuil Shinto yang kompleks di mana haiden atau aula ibadah, heiden atau aula perjamuan, dan honden, semuanya saling terhubung di bawah satu atap.

Keseluruhan struktur ini berasal dari tahun 1706.

Ketiga bagian bangunan tersebut secara terpisah terdaftar sebagai Properti Kebudayaan Penting.[4]

  • Tampak depan honden
    Tampak depan honden
  • Detail honden
    Detail honden
  • Bagian dalam honden dan haiden
    Bagian dalam honden dan haiden
  • Honden tampak dari anjungan pandang
    Honden tampak dari anjungan pandang

Dinding karamon dan sukibei

Karamon (唐門, "gerbang Cina") adalah sejenis mon yang ditemukan di kastil, kuil Buddha, dan kuil Shinto di Jepang. Di sini terdapat sukibei ("dinding berjendela kisi"), dinding sepanjang 200 meter yang mengelilingi honden.[1]

Kombinasi serupa antara karamon dan sukibei dapat dilihat di Ueno Tōshō-gū,[1] kuil Shinto lain dari zaman Edo di Tokyo yang berhubungan erat dengan Keshogunan Tokugawa.

Kedua struktur tersebut dibangun pada tahun 1706, dan keduanya ditetapkan sebagai Properti Kebudayaan Penting.[4]

  • Bagian depan karamon
    Bagian depan karamon
  • Sukibei terlihat dari arah luar
    Sukibei terlihat dari arah luar
  • the Sukibei tampak dari arah dalam
    the Sukibei tampak dari arah dalam
  • Honden terlihat melalui Sukibei
    Honden terlihat melalui Sukibei
  • Mikoshi
  • Bunga rengganis
    Bunga rengganis

Akses

Pengunjung tidak dikenakan biaya masuk untuk memasuki kawasan kuil.[4]

Pintu masuk dapat dicapai dengan berjalan kaki selama 5 menit dari Stasiun Nezu di Jalur Chiyoda (9 menit dari Stasiun Sendagi di jalur yang sama) dan berjalan kaki selama 6 menit dari Stasiun Todaimae di Jalur Namboku.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 "Nezu Shrine: Tokyo's most beautiful shinto shrine (with azaleas)". Exploring Old Tokyo.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Nezu Shrine Tokyo". Japan Visitor.
  3. ↑ "Tokyo Ten Jinja Shrine".
  4. 1 2 3 4 5 6 7 "Nezu-jinja Shrine". Japan National Tourism Organization.
  5. ↑ Cali, Joseph; Dougill, John (2012-11-30). Shinto Shrines: A Guide to the Sacred Sites of Japan's Ancient Religion (dalam bahasa English) (Edisi Illustrated). Honolulu: Latitude 20. hlm. 81. ISBN 978-0-8248-3713-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  6. ↑ "Nezu Shrine, Tokyo". Visiting Japan.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Nezu Shrine.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan