Senin, 19 Oktober 2026
19:40 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Kue cincin

Kue cincin

Bagikan:
Ada usul agar artikel ini digabungkan dengan Cincin (makanan). (Diskusikan)
250px-Wadai_Cincin_002.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kue cincin

Cincin atau kue cincin adalah kue 41 jenis yang termasuk tua umurnya [1]

Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Selatan, terdapat desa yang dikenal sebagai pusatnya wadai cincin, yaitu desa Maringgit dan Muara Rintis yang terletak di pinggir jalan negara. Setiap hari, banyak penduduk desa berjualan dengan membawa cincin. Wadai cincin yang ada di desa ini diseduh langsung di depan dan bisa dimakan saat masih hangat.[2]

Variasi Rasa dan Proses Pembuatan

Di daerah asalnya, kue cincin tersedia dalam dua varian rasa utama, yaitu rasa asli dengan gula merah dan rasa durian. Proses pembuatannya cukup sederhana tetapi memerlukan keahlian khusus. Adonan utama terdiri dari tepung beras, gula merah, dan santan yang kemudian dibentuk melingkar sebelum digoreng hingga matang. Penjual di Maringgit sering kali menyajikan kue cincin dalam keadaan hangat, sehingga memberikan sensasi tersendiri bagi para penikmatnya.[2]

Makna

Wadai cincin orang Banjar berbentuk bulat, seperti lingkaran. Di bagian dalam wadah itu terdapat empat ruang. Keempat ruang di dalam ruangan itu berbentuk seperti cicin. Oleh karena itu, wadah tersebut disebut wadah cincin. Wadai cincin menjadi simbol dari alam bawah sadar. Ada empat lubang pada wadai tersebut sehingga ada empat mata angin, yaitu timur, barat, utara, dan selatan.[3]

Bagi manusia, empat sudut mata angin adalah simbol kehidupan. Siklus alam selalu dimulai dari empat sudut ini. Keempat penjuru ini dalam kehidupan juga melambangkan keseimbangan alam sekitar. Selain itu, diyakini juga bahwa dengan adanya empat cincin pada tempat ini sebagai pelindung manusia dari kejahatan gaib. Orang-orang Banjar percaya bahwa orang gaib tidak akan datang untuk membawa manusia dari empat sudut mata angin, yaitu timur, barat, utara, dan selatan.[3]

Referensi

  1. ↑ Seman, Syamsiar (2023). Wadai Banjar 41 Macam: Wadai Tradisional Ulahan Urang Banjar. Banjarmasin: Lembaga Pendidikan Banua Banjarmasin. hlm. 15–16. ISBN 978-602-96540-6-0.{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: checksum
  2. 1 2 "Mencicipi Kue Cincin di Maringgit Kabupaten HST, Penjual Tawarkan Dua Varian Rasa". Banjarmasinpost.co.id. Diakses tanggal 2023-11-20.
  3. 1 2 Rahmawati, Neni Puji Nur,. Makna simbolik dan nilai budaya kuliner "wadai Banjar 41 macam" pada masyarakat Banjar Kalsel (Edisi Cetakan pertama). Yogyakarta. ISBN 978-602-1228-94-4. OCLC 957057293.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan