Selasa, 20 Oktober 2026
17:50 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Kuda dalam perang Asia Timur

Kuda dalam perang Asia Timur

Bagikan:
250px-Cavalry_of_the_Chinese_new_army.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kavaleri Tiongkok dari Tentara Baru Dinasti Qing.

Kuda dalam perang Asia Timur terkait erat dengan evolusi strategis dan taktis konflik bersenjata. Seorang pejuang berkuda atau kereta kuda telah mengubah keseimbangan kekuasaan di antara peradaban.

Ketika orang-orang berkuda bentrok dengan mereka yang tidak berkuda, kuda memberikan keuntungan yang besar. Ketika kedua belah pihak memiliki kuda, maka pertempuran tergantung pada kekuatan dan strategi pasukan berkuda mereka atau kavaleri. Taktik militer disempurnakan dalam hal penggunaan kuda (taktik kavaleri).[1]

Seperti dalam kebanyakan budaya, kuda perang di Asia Timur dilatih untuk dapat dikendalikan dengan penggunaan tali kekang yang terbatas, terutama untuk merespons bobot dan kaki penunggangnya.[2] Kuda merupakan faktor penting dalam Perang Han-Hun dan serangan Wuhu terhadap kerajaan-kerajaan Tiongkok di masa lalu,[3] dan Penaklukan Mongol dari Eurasia hingga ke Eropa;[4] dan kuda-kuda perang berperan dalam konflik militer pada skala yang lebih kecil dan terlokalisasi.

Referensi

  1. ↑ American Museum of Natural History (AMNH): "The Horse," warfare.
  2. ↑ Equestrian Federation of Australia: Dressage Explained. Diarsipkan 2019-12-13 di Wayback Machine
  3. ↑ Goodrich, L. Carrington. (1959). A Short History of the Chinese People, pp. 83-84., hlm. 835, pada Google Books
  4. ↑ Nicolle, Medieval Warfare Source Book: Christian Europe and its Neighbors, pp. 91-94.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan