Minggu, 04 Oktober 2026
22:09 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Kromium(III) oksida

Kromium(III) oksida

senyawa kimia

Bagikan:
Kromium(III) oksida
250px-Cr2o3_gruener_farbstoff.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Corundum_struct.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChEBI
ChemSpider
Nomor EC
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
  • InChI=1S/2Cr.3O checkY
    Key: QDOXWKRWXJOMAK-UHFFFAOYSA-N checkY
  • InChI=1/2Cr.3O/rCr2O3/c3-1-5-2-4
    Key: QDOXWKRWXJOMAK-LUXALHLMAR
  • O=[Cr]O[Cr]=O
Sifat
Cr2O3
Massa molar 151.9904 g/mol
Penampilan Hijau
Densitas 5.22 g/cm3
Titik lebur 2.435 °C (4.415 °F; 2.708 K)
Titik didih 4.000 °C (7.230 °F; 4.270 K)
Tidak dapat larut
Kelarutan dalam Alkohol Tidak dapat larut dalam alkohol, aseton, asam
+1960.0×10−6 cm3/mol
Indeks bias (nD) 2.551
Struktur
hexagonal
Termokimia
Entropi molar standar (So) 81 J·mol−1·K−1
Entalpi pembentukan standar (ΔfHo) −1128 kJ·mol−1
Bahaya
Batas imbas kesehatan AS (NIOSH):
PEL (yang diperbolehkan)
TWA 1 mg/m3[1]
REL (yang direkomendasikan)
TWA 0.5 mg/m3[1]
IDLH (langsung berbahaya)
250 mg/m3[1]
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
checkY verifikasi (apa ini checkYN ?)
Referensi

Kromium(III) oksida adalah senyawa anorganik dengan rumus kimia Cr2O3. Senyawa ini digunakan sebagai pewarna untuk cat, tinta, atau kaca. Di alam bebas, senyawa ini dapat ditemui dalam mineral eskolait yang langka.

Produksi

Pannetier dan Binet pertama kali membuat Cr2O3 yang terhidratasi pada tahun 1838 dan kemudian dijual sebagai pewarna.[2] Senyawa ini diperoleh dari mineral kromit, (Fe,Mg)Cr2O4.

Untuk membuat kromium(III) oksida, natrium dikromat (Na2Cr2O7) dapat direduksi dengan sulfur pada suhu yang tinggi:[3]

Na2Cr2O7 + S → Na2SO4 + Cr2O3

Kromium(III) oksida juga akan terbentuk dari proses dekomposisi garam kromium (seperti kromium nitrat) atau dekomposisi amonium dikromat secara eksotermik.

Reaksi

Kromium(III) oksida bersifat amfoter. Walaupun tidak dapat larut dalam air, jika bereaksi dengan asam senyawa ini dapat menghasilkan ion kromium yang terhidratasi, [Cr(H2O)6]3+, yang dapat bereaksi dengan basa untuk menghasilkan garam [Cr(OH)6]3−.[4] It dissolves in concentrated alkali to yield chromite ions.

Jika dipanaskan dengan aluminium, akan dihasilkan logam kromium dan aluminum oksida:

Cr2O3 + 2 Al → 2 Cr + Al2O3

Apabila dipanaskan dengan klor, akan dihasilkan kromium(III) klorida dan karbon monoksida:

Cr2O3 + 3 Cl2 + 3 C → 2 CrCl3 + 3 CO

Kromat dapat terbentuk dari oksidasi kromium(III) oksida dengan oksida lainnya di dalam lingkungan basa:

2 Cr2O3 + 4 MO + 3 O2 → 4 MCrO4

Referensi

  1. 1 2 3 NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards. "#0141". Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (NIOSH).
  2. ↑ Eastaugh, Nicholas; Chaplin, Tracey; Siddall, Ruth (2004). The pigment compendium: a dictionary of historical pigments. Butterworth-Heinemann. hlm. 391. ISBN 0-7506-5749-9.
  3. ↑ Gerd Anger, Jost Halstenberg, Klaus Hochgeschwender, Christoph Scherhag, Ulrich Korallus, Herbert Knopf, Peter Schmidt, Manfred Ohlinger, "Chromium Compounds" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, Wiley-VCH, Weinheim, 2005. doi:10.1002/14356007.a07_067
  4. ↑ R. Scholder "Sodium Hexahydroxochromate(III)" in Handbook of Preparative Inorganic Chemistry, 2nd Ed. Edited by G. Brauer, Academic Press, 1963, NY. Vol. 2, 1688ff.
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Chromium(III) oxide.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan