Sabtu, 24 Oktober 2026
22:12 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Krisis internasional

Bagikan:

Krisis internasional adalah istilah populer yang tidak memiliki definisi tunggal.[1] Bagi sebagian pihak, krisis internasional terdiri dari "urutan interaksi antara pemerintah dua negara atau lebih dalam konflik yang parah, tidak sampai pecah perang, yang memunculkan anggapan bahwa perang besar bisa saja terjadi".[2]

Jenis

Richard Lebow membagi krisis internasional menjadi tiga:

  • Pembenaran kekerasan[3] - Sebelum krisis terjadi, sebuah negara memutuskan untuk berperang dan menciptakan krisis untuk dijadikan alasan perang. Pola pembenaran ini hampir selalu sama: Bangkitkan opini masyarakat, buat permintaan yang mustahil dipenuhi, sahkan permintaan tersebut, bantah tuntutan yang sebenarnya, dan jadikan penolakan permintaan sebagai alasan perang. Contoh terbaru yang sering dilontarkan kritikus George W. Bush adalah krisis pelucutan senjata Irak yang memicu Perang Irak.
  • Krisis turunan - Negara yang terlibat perang atau krisis dengan negara lain dan memicu krisis lain, contohnya insiden Lusitania tahun 1915.
  • Brinkmanship - Memperparah suatu krisis dengan sengaja agar pihak lawan mau mundur. Krisis Rudal Kuba tahun 1962 adalah contoh brinkmanship.

Tanpa pembenaran kekerasan, studi krisis internasional berasumsi bahwa kedua belah pihak sebenarnya tidak mau berperang, tetapi harus tampak seolah-olah siap berperang. Menurut Groucho Marx, "Cobalah untuk tulus, walaupun sebenarnya kamu tidak tulus".

Strategi

Alexander George memberi gambaran proses dan tujuan manajemen krisis yang berlawanan disertai contoh lainnya.[4] Di bukunya ia membahas beberapa strategi seperti:

Strategi menyerang

Strategi bertahan

  • koersi
  • eskalasi terbatas
  • tit-for-tat
  • uji kemampuan
  • "menetapkan garis batas"
  • Strategi mengulur waktu
  • Memberi janji dan solusi untuk menghindari salah persepsi oleh musuh

Daftar krisis

Terselesaikan

Krisis internasional cenderung berujung pada perang. Peristiwa ini lebih dikenal sebagai penyebab perang, bukan krisis. Untuk informasi mengenai krisis internasional yang berakibat perang, lihat Daftar perang. Sejumlah krisis yang dikenal sebagai krisis telah diselesaikan. Krisis yang disebutkan di bawah ini tidak secara langsung memicu kekerasan berskala besar, melainkan kecaman di sejumlah negara:

Daftar ini belum tentu lengkap. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. (August 2008)

Sedang berlangsung

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Acuto, Michele (09-07-2011). "Diplomats in Crisis". Diplomacy & Statecraft. online. doi:10.1080/09592296.2011.599661. Diakses tanggal 5 March 2014.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  2. ↑ Snyder, Glenn H. and Diesing, Paul: 1977. Conflict Among Nations: Bargaining, Decision Making and System Structure in International Crises. defines an international crisis
  3. ↑ Lebow, Richard N.:1981. Between Peace and War: The Nature of International Crisis.
  4. ↑ George, Alexander L (ed): 1991. Avoiding War: Problems of Crisis Management.
  1. Snyder, Glenn H. and Diesing, Paul: 1977. Conflict Among Nations: Bargaining, Decision Making and System Structure in International Crises. ISBN 0-691-05664-1
  2. Lebow, Richard N.:1981. Between Peace and War: The Nature of International Crisis. ISBN 0-8018-2311-0
  3. George, Alexander L (ed): 1991. Avoiding War: Problems of Crisis Management. ISBN 0-8133-1232-9

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan