Sabtu, 24 Oktober 2026
00:01 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Kris Budiman

Bagikan:
Kris Budiman
PekerjaanKritikus sastra, dosen, novelis

Kris Budiman adalah seorang kritikus sastra, dosen, novelis, dan penulis belasan buku kritik sastra, seni visual, kajian media, dan antropologi.

Perjalanan Hidup

Pada tahun 2008 ia, bersama Elfrida Fera, bersinergi menghasilkan sejumlah karya puisi visual yang ditajuki “The Normal Chaos of Love,” dipresentasikan di Rumah Seni Yaitu, Semarang.[1] Pada tahun yang sama ia, bersama dan Seno Gumira Ajidarma dan Linda Christanty didapuk menjadi juri Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).[2]

Saat ini ia tinggal di Yogyakarta. Selain mengajar, ia aktif berkesenian dengan menulis, membaca dan mendiskusikan puisi di Museum Rumah Budaya Tembi,[3][4][5][6] atau mengadakan riset arkeologis bersama Gerombolan Pemburu Batu (Bol Brutu).[7]

Pendidikan Formal

  • Program Studi Kajian Budaya dan Media, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (S-3), 2008-2013.
  • Program Studi Antropologi, Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (S-2), 1996-1999.
  • Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (S-1), 1984-1990.

Karya

Kris Budiman telah menerbitkan sejumlah buku, antara lain:

  1. Wacana Sastra dan Ideologi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1994)
  2. Relief Kekasih: Sketsa dan Puisi (Yogyakarta: Kanisius, 2012)
  3. Jejaring Tanda-tanda: Strukturalisme dan Semiotik dalam Kritik Kebudayaan (Magelang: IndonesiaTera, 2004)
  4. Ikonisitas: Semiotika Sastra dan Seni Visual (Yogyakarta: BukuBaik, 2005)
  5. Subordinasi Perempuan dalam Bahasa Indonesia
  6. Semiotika Visual: Konsep, Isu, dan Problem Ikonitas (Yogyakarta: Jalasutra, 2011)
  7. Pelacur dan Pengantin adalah Saya: Sastra dalam Perspektif Semiotik dan Feminis (Yogyakarta: Pinus, 2005).
  8. Lumbini: Sebuah Novel, (Yogyakarta: Jalasutra, 2006)
  9. Di Depan Kotak Ajaib: Menonton Televisi Sebagai Praktik Konsumsi (Yogyakarta: Galang Press, 2002).
  10. Feminis Laki-laki dan Wacana Gender (Magelang: IndonesiaTera, 2000).
  11. Kosa Semiotika (Yogyakarta: LKiS, 1999).
  12. Feminografi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996).

Antara 1994-2014 beberapa buku lainnya serta sejumlah artikel dimuat dalam buku bungarampai, katalog pameran seni rupa, jurnal, majalah, dan surat kabar:

  1. “Memaknai ‘Vagina Brokat’ dalam Konteks Performans: Sepenggal Adegan dari Opera Jawa,” dalam Irwan Abdullah dkk. (ed.), Masyarakat dan Kebudayaan Kontemporer (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009).
  2. “Landing Bex Soon,” dalam Beatrix Hendriani Kaswara, Landing Soon #9 (Yogyakarta: Cemeti Art House, 2009).
  3. “Jangan(-jangan) Garuda,” dalam Nanang R. Hidayat, Mencari Telur Garuda (Jakarta: Nalar, 2008).
  4. “Dua Sketsa untuk Eko Prawoto,” dalam Eko Prawoto, 2 Eyes x 50 Years = 100 Sketches (Yogyakarta: Duta Wacana University Press, 2008).
  5. “Campursari dari Babarsari,” dalam Pappilon H. Manurung (ed.), Komunikasi dan Kekuasaan (Yogyakarta: Forum Studi Komunikasi, FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta, 2007).
  6. “Subordinasi Perempuan dalam Bahasa Indonesia,” dalam Budi Susanto dkk. (ed.), Citra Wanita dan Kekuasaan Jawa (Yogyakarta: Kanisius, 1990).

Rujukan

  1. ↑ Puisi Berbahasa Rupa Diarsipkan 2014-03-13 di Wayback Machine Suara Merdeka
  2. ↑ Sayembara Menulis Novel dari Masa ke Masa Diarsipkan 2014-03-22 di Wayback Machine DKJ
  3. ↑ Acara Budaya di Tembi Juli Ini Rumah Tembi
  4. ↑ Profesorpun jago baca puisi Diarsipkan 2014-03-13 di Wayback Machine krjogja
  5. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-03-13. Diakses tanggal 2014-03-13.
  6. ↑ Sastra Purnama Penyair Baca Puisi Linus Suryadi Tempo
  7. ↑ Searching relics amid hills Jakarta Post

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan