Kamis, 24 September 2026
00:44 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Kresy

Kresy

Wilayah Perbatasan Timur
Kresy Wschodnie
Bagian dari Republik Polandia Kedua
330px-Curzon_line_en.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wilayah historis
Periode1919 – 1945
AreaWilayah Polandia yang dicaplok Soviet pada tahun 1939

Kresy Wschodnie atau Kresy (pengucapan bahasa Polandia: [ˈkrɛsɨ], Wilayah Perbatasan Timur, atau Wilayah Perbatasan) adalah wilayah di Republik Polandia Kedua selama periode antar perang yang mencakup hampir setengah wilayah negara tersebut. Di wilayah ini, persentase jumlah orang Polandia kurang lebih sama dengan jumlah minoritas-minoritas nasional (dengan beberapa pengecualian).[1] Secara administratif, wilayah Kresy terdiri dari provinsi-provinsi Lwów, Nowogródek, Polesie, Stanisławów, Tarnopol, Wilno, Wołyń dan Białystok. Saat ini wilayah-wilayah tersebut merupakan bagian dari Ukraina Barat, Belarus Barat dan Lituania tenggara, sementara kota-kota besar seperti Lviv, Vilnius dan Grodno tidak lagi dikuasai oleh Polandia. Di Republik Polandia Kedua, istilah Kresy secara kasar disamakan dengan wilayah di luar Garis Curzon (garis yang diusulkan sebagai perbatasan timur Polandia oleh Biro Urusan Luar Negeri Britania pada Desember 1919). Pada September 1939, Uni Soviet dan Jerman Nazi menyerang Polandia seperti yang telah disepakati oleh Pakta Molotov–Ribbentrop. Wilayah Kresy lalu dicaplok oleh Republik Sosialis Soviet Ukraina, Belarusia dan Lituania.[2]

Setelah kegagalan Operasi Barbarossa yang dilancarkan oleh Jerman, wilayah yang diperoleh Soviet dikonfirmasi oleh Sekutu dalam konferensi Tehran, konferensi Yalta dan konferensi Potsdam. Beberapa dasawarsa kemudian, Uni Soviet bubar dan sebagian besar wilayah Kresy masih berada di tangan bekas republik-republik Soviet yang telah memperoleh kemerdekaan. Meskipun wilayah Kresy tidak lagi dikuasai oleh Polandia, masih terdapat minoritas Polandia di wilayah tersebut, dan kenangan Kresy masih dihidupkan oleh mereka, meskipun "mitos Kresy" (visi sebelum perang bahwa wilayah ini adalah wilayah pedesaan yang damai dan tenang) telah dikritik oleh diskursus politik Polandia setelah bubarnya Uni Soviet.[3] Dari segi ekonomi, wilayah ini tidak semaju wilayah barat Polandia[4] dan memiliki tingkat melek huruf yang paling rendah di seluruh Republik Polandia Kedua.[5] Hal ini disebabkan oleh kekuasaan Austria-Hungaria dan Rusia selama ratusan tahun (pendidikan tidak diwajibkan di Kekaisaran Rusia).[6]

Catatan kaki

  1. Central Statistical Office (Poland) (1936–39). "Polish census of 1931". Statistics of Poland publishing series: 39 volumes. Population of Lwów Voivodeship in 1931: 57% Polish, 33% Ukrainian; Nowogródek Voivodeship: 53% Polish, 39% Belorussian; Wilno Voivodeship: 59.7% Polish, 22.7% Belarusian; Tarnopol Voivodeship: 49% Polish, 46% Ukrainian; Wołyń Voivodeship: around 68% Ukrainian.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  2. Bernd Wegner (1997). From peace to war: Germany, Soviet Russia, and the world, 1939–1941. Berghahn Books. hlm. 74. ISBN 1-57181-882-0.
  3. odczarować mit Kresów Czas odczarować mit Kresów Marcin Wojciechowski, Gazeta Wyborcza 2010-04-12,
  4. W dodatku Kresy Wschodnie II Rzeczypospolitej były najbiedniejszym regionem kraju Polska ludność kresowa: rodowód, liczebność, rozmieszczenie Piotr Eberhardt, page 21 Wydawnictwo Naukowe PWN, 1998
  5. Historia gospodarcza Polski Andrzej Jezierski, hlm. 269, 2006
  6. "Jak odrodziła się wolna Polska". Diakses tanggal 2 Juli 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan