Rabu, 30 September 2026
00:44 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Krangkong

Krangkong

spesies tumbuhan

Bagikan:
Krangkong
Ludwigia adscendens Suntingan nilai di Wikidata
250px-Ludwigia_adscendens.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Status konservasi
langid-250px-Status_iucn3.1_LC.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Risiko rendah
IUCN168980 Suntingan nilai di Wikidata
Taksonomi
KerajaanPlantae
OrdoMyrtales
FamiliOnagraceae
GenusLudwigia
SpesiesLudwigia adscendens Suntingan nilai di Wikidata
H.Hara, 1953
Tata nama
BasionimJussiaea adscendens Suntingan nilai di Wikidata
Artikel takson sembarang

Krangkong (Ludwigia adscendens) merupakan tumbuhan semak dari famili Onagraceae. Spesies ini memiliki kebiasaan tumbuh di air (hidrofit). Krangkong berasal dari bioma beriklim tropis basah di kawasan tropis dan subtropis. Di Indonesia, krangkong memiliki beberapa nama, antara lain ada yang menyebutnya buang buang (Sumatra), krangking (Jawa), atau ganggeng landeuh (Sunda). Nama ilmiah L. adscendens pertama kali dipublikasikan oleh botanis Hiroshi Hara pada tahun 1953.[1] Tanaman ini terkadang dipanen dari alam liar sebagai sumber makanan dan obat-obatan lokal.[2][3]

Pemerian

Krangkong adalah tanaman herba menahun dengan batang menjalar dan menaik yang berakar pada bukunya. Batang tegaknya mencapai tinggi 60 cm, sementara batang menjalar yang mengapung di air dapat mencapai panjang 4 meter. Ketika tumbuh di lahan kering, tanaman ini memiliki daun kecil yang rapat, berbulu lebat, dan jarang berbunga.[3]

Tanaman ini memiliki daun tunggal dengan bilah elips, yang panjangnya 0,4–7 cm dan lebar 0,7–3 cm. Tangkai daunnya pendek 0,5–1,0 cm. Bunganya yang berwarna krem muncul tunggal di ketiak daun, dan masing-masing memiliki 5 sepal, 5 petal, dan 10 stamen.[4]

Sebaran dan habitat

Krangkong saat ini tersebar luas di daerah tropis dan subtropis Afrika, utara ke Turki, Asia Timur dari Pakistan melalui Indochina ke Australia, di Mesoamerika, dan Karibia. Namun, diduga ia berasal dari Amerika Selatan.[5]

Tanaman ini dapat ditemukan di kolam air tawar, parit, rawa, sawah bera dan sawah basah, sangat umum, dari dataran rendah hingga ketinggian sekitar 1.600 meter.[3]

Kegunaan

Bagian aerial Ludwigia bersifat mucilaginous (memiliki konsistensi kental atau seperti agar-agar), dan dianggap antiseptik dan emolien. Mereka banyak digunakan di Asia, termasuk Indonesia dan Malaysia, untuk tapal sakit kepala, luka, luka bakar, bisul, borok, impetigo, jerawat dan gangguan kulit lainnya. Di Indo-Cina, tunas muda krangkong yang dihancurkan dicampur dengan minyak jarak (Ricinus communis L.), dan digunakan untuk mengobati kurap. Karena sifat antiseptiknya, Ludwigia juga digunakan dalam oftalmia (peradangan mata), demam, sakit tenggorokan, dan gigitan ular dan anjing. Di Cina, rebusan bagian aerial krangkong digunakan sebagai obat. Dalam rebusan, Ludwigia dianggap astringen dan diuretik dan umumnya digunakan di wilayah tersebut untuk diare dan disentri, sebagai karminatif dan sebagai pencahar. Di Tiongkok dan Indo-Tiongkok, rebusan bagian aerial L. adscendens diresepkan untuk nyeri rematik.

Di Asia Tenggara Daratan (Indo-Cina), bagian muda L. adscendens dimakan sebagai salad. Di Indonesia, L. adscendens dikatakan berbahaya bagi ternak karena dapat menyebabkan gastroenteritis. Namun, di Indo-Tiongkok dan Afrika, tanaman ini dianggap sebagai pakan ternak yang baik. Di Semenanjung Malaysia, Ludwigia dibajak di sawah sebagai pupuk hijau.[6]

Referensi

  1. ↑ "Krangkong". Plantamor. Diakses tanggal 2025-11-20.
  2. ↑ "Ludwigia adscendens (L.) H.Hara | Plants of the World Online | Kew Science". Plants of the World Online (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-20.
  3. 1 2 3 "Ludwigia adscendens - Useful Tropical Plants". tropical.theferns.info. Diakses tanggal 2025-11-20.
  4. ↑ Tanaka, Yoshitaka; Nguyen Van Ke (2007). Edible wild plants of vietnam: the bountiful Garden. Bangkok: Orchid Press. ISBN 978-974-524-089-6.
  5. ↑ Nayek, T. K.; Banerjee, T. C. (1987-08-01). "Life history and host specificity ofAltica cyanea [Coleoptera: Chrysomelidae], a potential biological control agent for water primrose,Ludwigia adscendens". Entomophaga (dalam bahasa Inggris). 32 (4): 407–414. doi:10.1007/BF02372450. ISSN 1573-8248.
  6. ↑ "PROSEA - Plant Resources of South East Asia". prosea.prota4u.org. Diakses tanggal 2025-11-20.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan