Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (Desember 2022) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) |
| Kotoran telinga | |
|---|---|
| Nama lain | Serumen |
| Kotoran telinga manusia | |
| Pelafalan |
|
| Spesialisasi | Otorhinolaringologi |
| Prognosis | prevalensi |
Kotoran telinga adalah sebuah kotoran berwarna cokelat, jingga, merah, kekuningan atau abu-abu. Kotoran tersebut ditemukan di bagian dalam telinga manusia dan mamalia lainnya.[1]
Catatan
Bacaan tambahan
- Roeser RJ, Ballachanda BB (Desember 1997). "Physiology, pathophysiology, and anthropology/epidemiology of human earcanal secretions". Journal of the American Academy of Audiology. 8 (6): 391–400. PMID 9433685.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Stone M, Fulghum RS (1984). "Bactericidal activity of wet cerumen". The Annals of Otology, Rhinology, and Laryngology. 93 (2 Pt 1): 183–6. doi:10.1177/000348948409300217. PMID 6370076. S2CID 30717377.
- Bøe R, Silvola J, Yang J, Moens U, McCray PB, Stenfors LE, Seljfelid R (September 1999). "Human beta-defensin-1 mRNA is transcribed in tympanic membrane and adjacent auditory canal epithelium". Infection and Immunity. 67 (9): 4843–6. doi:10.1128/IAI.67.9.4843-4846.1999. PMC 96817. PMID 10456939.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Pranala luar
Lihat entri kotoran telinga di kamus bebas Wikikamus.
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Earwax.
- Keeping the ear clean and removing wax: Fact Sheet at PubMed Health
- Clinical practice guideline: Cerumen impaction (The American Academy of Otolaryngology – Head and Neck Surgery)
| Klasifikasi | |
|---|---|
| Sumber eksternal |
| Basis data pengawasan otoritas: Nasional |
|---|