Jumat, 23 Oktober 2026
16:02 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Koryo-saram

minoritas Korea di wilayah bekas Uni Soviet

Bagikan:
Koryo-saram
120px-Victor_Tsoi_1986_cropped.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-RIAN_archive_497574_Soviet_gymnast_Nelli_Kim.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Kim-Stankevich1917.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-2012_Rostelecom_Cup_01d_618_Denis_TEN.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-%D0%90%D0%BD%D0%B8%D1%82%D0%B0_%D0%A6%D0%BE%D0%B9.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Oleksandr_Sin.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jumlah populasi
500,000
Daerah dengan populasi signifikan
 Ukraina176,000[1]
 Rusia176,411[1]
 Kazakhstan105,000[1]
 Kirgizstan19,000[1]
 Uzbekistan13,000[1]
 Tajikistan6,000[1]
 Turkmenistan3,000[1]
Bahasa
Rusia, Koryo-mar
Agama
Kristen Ortodoks bersama dengan Buddha, Protestan, Katolik, dan lain-lain[2]
Kelompok etnik terkait
Bangsa Korea, Korea Sakhalin

Koryo-saram (Kiril: Корё сарам, Hangul: 고려사람) adalah nama yang etnis Korea di negara-negara bekas jajahan Soviet gunakan untuk menyebut diri mereka sendiri. Istilah tersebut terdiri dari dua konstituen: "Koryo", yang merujuk kepada Korea dari tahun 918 Masehi sampai 1392 Masehi, dan "Saram", yang artinya "Orang". Sekitar 500,000 etnis Korea tinggal di bekas negara-negara jajahan Uni Soviet, utamanya di negara-negara Asia Tengah yang sekarang telah merdeka. Terdapat juga komunitas besar Korea di selatan Rusia (sekitaran Volgograd), Kaukasus, dan selatan Ukraina. Komunitas tersebut berawal dari orang-orang yang tinggal di Timur Jauh Rusia pada akhir abad ke-19.

Terdapat juga sebuah komunitas etnis Korea terpisah di pulau Sakhalin, yang biasanya disebut sebagai Korea Sakhalin. Beberapa diantaranya mengidentifikasikan dirinya sebagai Koryo-saram, tetapi beberapa tidak. Tidak seperti komunitas di Rusia daratan, yang terdiri dari sebagian besar imigran dari akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, para leluhur Korea Sakhalin datang sebagai imigran dari provinsi Gyeongsang dan Jeolla pada akhir 1930an dan awal 1940an, yang dipaksa melayani pemerintah Jepang untuk bekerja di pertambangan batubara di Sakhalin (waktu itu dikenal sebagai Prefektur Karafuto) dalam rangka memenuhi kekurangan buruh yang disebabkan oleh Perang Dunia II.[3]

Referensi

Catatan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 Ki 2002
  2. ↑ Schlyter 2004, Footnote 10
  3. ↑ Ban, Byung-yool (2004-09-22), "Koreans in Russia: Historical Perspective", Korea Times, diarsipkan dari asli tanggal 2005-03-18, diakses tanggal 2006-11-20

Sumber

Data sensus

Koreans of The South Ussury in 1879

Pranala luar

Pranala ke artikel terkait
Afrika
120px-Flag_of_South_Korea.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 120px-Flag_of_North_Korea.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Amerika Utara
Amerika Selatan
Asia
Asia Timur
Asia Tenggara
Asia Selatan
Asia Barat
Eropa
Bekas Uni Soviet
Tempat lainnya
Oseania
Topik terkait
Bahasa
Serba-serbi
1 Sebuah komunitas otonomi di Spanyol di lepas pesisir barat laut Afrika
Kelompok etnik
Kelompok besar
Kelompok kecil
Agama
Statistik kelompok etnik menurut sensus 2009
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan