Selasa, 27 Oktober 2026
07:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Konser Eropa

Konser Eropa

Bagikan:
500px-Map_congress_of_vienna.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perbatasan negara di Eropa menurut Kongres Wina, 1815.

Konser Eropa (atau sistem hubungan internasional Wina), disebut juga Sistem Kongres pasca Kongres Wina, menggambarkan keseimbangan kekuasaan yang terjadi di Eropa sejak Peperangan Napoleon berakhir (1815) sampai Perang Dunia I pecah (1914).

Perkenalan

Konser Eropa dibentuk oleh negara-negara berkuasa Austria, Prusia, Kekaisaran Rusia, dan Britania Raya yang juga merupakan anggota Aliansi Empat. Aliansi Empat mengalahkan pasukan Napoleon dan Kekaisaran Prancis Pertama. Prancis langsung ditetapkan sebagai anggota kelima Konser ini.

Tokoh-tokoh berpengaruh pada masa awal sistem ini adalah Menteri Luar Negeri Britania Lord Castlereagh, Kanselir Austria Klemens von Metternich and Tsar Alexander I dari Rusia. Charles Maurice de Talleyrand-Périgord dari Prancis bertugas mengembalikan negaranya ke tempatnya bersama negara-negara besar lain dalam lingkup diplomasi internasional.

250px-Prince_Metternich_by_Lawrence.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pangeran Metternich, tokoh berpengaruh di Konser Eropa.

Zaman Konser ini kadang disebut Zaman Metternich karena pengaruh konservatisme kanselir Eropa dan dominasi Austria di Konfederasi Jerman, atau Restorasi Eropa karena upaya reaksioner Kongres Wina untuk mengembalikan Eropa ke keadaan semula sebelum Revolusi Prancis. Konser Eropa dikenal dengan sebutan Pentarchie (pentarki) dalam bahasa Jerman dan Sistem Wina (Венская система, Venskaya sistema) dalam bahasa Rusia.

Konser Eropa tidak memiliki peraturan tertulis atau lembaga permanen, tetapi pada masa-masa krisis, negara anggota manapun boleh mengusulkan pelaksanaan konferensi.[1] Pertemuan Negara-negara Besar pada masa itu meliputi Aix-la-Chapelle (1818), Carlsbad (1819), Troppau (1820), Laibach (1821), Verona (1822), London (1832), dan Berlin (1878).

Efektivitas Konser ini berakhir setelah bangkitnya nasionalisme, Revolusi 1848, Perang Krimea, penyatuan Jerman, Risorgimento di Italia, Persoalan Timur, dan faktor-faktor lainnya.

Lihat pula

Umum:

Referensi

  1. ↑ Stevenson, David (2004). 1914 – 1918: The History of the First World War. Penguin Books. hlm. 4. ISBN 978-0-14-026817-1.

Bacaan lanjutan

  • Bridge, Roy, "Allied Diplomacy in Peacetime: The Failure of the Congress 'System,' 1815–23" in Alan Sked, ed., Europe's Balance of Power, 1815–1848 (1979), pp 34–53.
  • Ghervas, Stella (2008). Réinventer la tradition. Alexandre Stourdza et l'Europe de la Sainte-Alliance. Paris: Honoré Champion. ISBN 978-2-7453-1669-1.
  • Jarrett, Mark (2013). The Congress of Vienna and its Legacy: War and Great Power Diplomacy after Napoleon. London: I. B. Tauris & Company, Ltd. ISBN 978-1780761169.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan