Jumat, 23 Oktober 2026
16:32 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Kondrit karbon

Kondrit karbon

Bagikan:
250px-Allende_meteorite.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kondrit karbon.

Kondrit karbon atau kondrit C adalah kelas meteorit kondrit yang meliputi paling tidak 8 kelompok dan banyak meteorit yang belum dikelompokan. Kondrit karbon juga meliputi meteorit yang paling primitif. Proporsi karbon C di antara meteorit jatuh rendah, yaitu 4,6%.[1]

Beberapa kondrit karbon yang terkenal adalah: Allende, Murchison, Orgueil, Ivuna, Murray, Tagish Lake, dan Sutter's Mill.

Komposisi dan klasifikasi

  • Kelompok CI
  • Kelompok CV
  • Kelompok CM
  • Kelompok CR
  • Kelompok CH
  • Kelompok CB
  • Kelompok CK
  • Kelompok CO
  • C belum dikelompokan

Referensi

  1. ↑ Bischoff, A.; Geiger, T. (1995). "Meteorites for the Sahara: Find locations, shock classification, degree of weathering and pairing". Meteoritics. 30 (1): 113–122. Bibcode:1995Metic..30..113B. ISSN 0026-1114.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Carbonaceous chondrites.
Ikon rintisan

Artikel bertopik kimia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan