Jumat, 02 Oktober 2026
17:42 WIB
TERKINI
Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang
Kompulsi

Kompulsi

Bagikan:
250px-Dermatophagia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
tindakan kompulsi yang dilakukan anak saat mengalami kecemasan

Kompulsi adalah tindakan yang biasanya dilakukan secara berulang untuk mengurangi kecemasan.[1] Sumber lain menjelaskan bahwa kompulsi adalah impuls yang tidak tertahankan dan tidak bisa dicegah untuk melakukan suatu perbuatan dan bertentangan dengan kemauan sadar pada waktu melakukannya.[2] Tindakan kompulsif ini kadang-kadang tidak mengganggu tingkah laku individu untuk menyesuaikan diri adalah biasa dengan dianggap sebagai kejadian normal.[2] Kompulsi-kompulsi yang tidak sehat atau tidak wajar bertentangan dengan kamauan subjek dan mengganggu kemampuannya untuk memenuhi tuntunan-tuntunan sehari-hari.[2] Misalnya, seseorang mungkin merasakan kompulsi untuk terus berkeliling untuk mengunci semua jendela yang ada di rumahnya.[1] Perilaku ini disebut perilaku obsesif-kompulsif.[1] Hampir semua manusia mempunyai kompulsi kecil-kecilan yang hampir tidak terlihat.[1] Manusia merupakan makhluk kebiasaan dan satu perubahan dapat menaikkan tingkat kecemasan.[1] Hal ini dibutuhkan pemikiran sesaat sebagai pengganti program perilaku otomatis.[1] Salah satu cara paling efektif untuk mengobati kompulsif adalah proses yang disebut desensitisasi sistematis.[1] Penderita belajar untuk memberikan perintah kepada dirinya agar berelaksasi, dengan mengulangi kata seperti “tenang “ sampai keadaan yang bebas ketegangan.[1] Kasus perilaku kompulsif yang berat dapat diobati dengan terapi perilaku kognitif.[1] Kebanyakan kompleks dapat diobati secara efektif dengan psikoterapi.[1]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 David Arnot, dkk (2009). Pustaka Kesehatan Populer Psikologi, Volume 2. Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer. hlm. 86.
  2. 1 2 3 Yustinus Semiun. Kesehatan Mental 1. yogyakarta: Kanisius. hlm. 257. ISBN 9792111212.


Ikon rintisan

Artikel bertopik penyakit ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan