Rabu, 21 Oktober 2026
20:13 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Kompresi gravitasi

Kompresi gravitasi

Bagikan:
Stellar_core.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Dalam inti bintang seperti Matahari, tekanan gravitasi diseimbangkan oleh tekanan panas dari reaksi fusi, sehingga menunda kompresi gravitasi untuk sementara waktu.

Pemampatan gravitasi atau kompresi gravitasi adalah suatu fenomena ketika gravitasi suatu objek memampatkan (atau mengompresi) objek tersebut, sehingga mengecilkan ukuran dan meningkatkan kepadatan objek tersebut.

Di pusat planet atau bintang, kompresi gravitasi menghasilkan panas melalui mekanisme Kelvin–Helmholtz. Mekanisme ini menjelaskan bagaimana Yupiter terus mengeluarkan panas yang disebabkan oleh kompresi gravitasi.[1]

Istilah kompresi gravitasi sering kali digunakan dalam menjelaskan evolusi bintang. Matahari dan bintang deret utama lainnya merupakan hasil dari keruntuhan gravitasi awan molekuler. Dengan mengasumsikan bahwa massa materi tersebut cukup besar, kompresi gravitasi akan mengecilkan besar inti dan meningkatkan suhu hingga fusi hidrogen dapat berlangsung. Reaksi fusi hidrogen menjadi helium ini mengeluarkan energi yang menyeimbangkan tekanan gravitasi ke dalam, dan bintang menjadi stabil selama jutaan tahun. Kompresi gravitasi lebih lanjut tidak akan terjadi hingga hidrogen hampir habis, dan bila hal tersebut terjadi tekanan panas dari reaksi fusi akan berkurang.[2] Pada akhir hayat Matahari, kompresi gravitasi akan mengubah Matahari menjadi katai putih.[3]

Di sisi lain, bintang yang sangat besar (yang menghabiskan bahan bakarnya dengan sangat cepat) akan mengalami supernova, dan setelah itu kompresi gravitasi lebih lanjut akan menghasilkan bintang neutron[4] atau lubang hitam.[5]

Untuk planet dan bulan, keseimbangan hidrostatik tercapai ketika kompresi gravitasi diseimbangkan oleh gradien tekanan di arah yang berlawanan.

Referensi

  1. ↑ "Jupiter". Space Research Institute,Russian Academy of Sciences. Diakses tanggal 2009-11-05.
  2. ↑ R.R. Britt (16 Januari 2001). "How a Star is Born: Clouds Lift on Missing Link". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2001-01-24. Diakses tanggal 2009-11-05.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "White Dwarf Stars". Astrophysics Science Division, NASA Goddard Space Flight Center. November 2006. Diakses tanggal 2009-11-05.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ M. Coleman Miller. "Introduction to neutron stars". University of Maryland. Diakses tanggal 2009-11-05.
  5. ↑ N. Strobel (Juni 2, 2007). "Black Holes". Nick Strobel's Astronomy Notes. Diakses tanggal 2009-11-05.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik astronomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan