Kamis, 01 Oktober 2026
14:26 WIB
TERKINI
Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama

Komanderi

Bagikan:

Komanderi (bahasa Belanda:Commanderij) atau Komenda (bahasa Latin:Commenda) adalah satuan tanah pertuanan feodal terkecil di Eropa, yang berada di bawah kendali seorang komandan tarekat militer. Istilah ini juga digunakan sebagai sebutan bagi remunerasi atau balas jasa dalam bentuk lahan yang diberikan kepada seorang komandan tarekat kesatria. Komanderi setara dengan lahan biara.

Etimologi

Istilah "komanderi" berasal dari kata "commendaria" atau "commenda" dalam bahasa Latin Abad Pertengahan, yang berarti tanah atau harta yang dikuasai oleh seseorang secara in commendam (dengan hak guna usaha).[1] [2]

Mula-mula komanderi merupakan tanah pertuanan, khususnya tanah partikelir milik Gereja, yang dikuasai secara in commendam. Tarekat-tarekat militer Abad Pertengahan mengadopsi struktur organisasi biara, dan istilah komanderi dijadikan sebutan bagi satuan wilayah Tarekat Kesatria Santo Yohanes Yerusalem (Tarekat Kesatria Penyantun). Di kemudian hari, istilah "komanderi" juga digunakan sebagai sebutan bagi satuan wilayah oleh Tarekat Kesartia Teuton dan tarekat-tarekat kesatria lainnya.[2] Properti milik tarekat terbagi menjadi sejumlah priorat. Priorat terbagi lagi menjadi sejumlah distrik. Distrik selanjutnya terbagi menjadi sejumlah komanderi atau komenda. Tiap-tiap komanderi dikepalai oleh seorang komandan atau kepala komenda (bahasa Latin:commendator). Komanderi juga merupakan sebutan bagi upah atau balas jasa yang diberikan kepada seorang komandan tarekat kesatria.[1]

Komanderi Kesatria Teuton disebut Komturei, yang dikepalai oleh seorang Komtur. Komanderi Kesatria Kenisah disebut praeceptoria (perguruan atau balai penataran), yang dikepalai oleh seorang praeceptor (guru atau penatar). Pada tahun 1540, properti milik Kesatria Penyantun di Inggris, yakni komanderi-komanderi, disita oleh negara dan dijadikan properti raja.[2]

Pemakaian istilah

Zaman Modern

Abad Pertengahan

Di Timur Dekat dan seluruh Eropa:

Lihat pula

Rujukan

  1. 1 2 Chisholm 1911, hlm. 765.
  2. 1 2 3 "commandery | commandry, n." OED Online, Oxford University Press, Desember 2018, www.oed.com/view/Entry/36962. Diakses 9 Desember 2018.

Catatan

 Artikel ini menyertakan teks dari suatu terbitan yang sekarang berada pada ranah publik: Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Commandery" . Encyclopædia Britannica. Vol. 6 (Edisi 11). Cambridge University Press. hlm. 765.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan