Jumat, 02 Oktober 2026
17:01 WIB
TERKINI
Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

Komanderi

Bagikan:

Komanderi (bahasa Belanda:Commanderij) atau Komenda (bahasa Latin:Commenda) adalah satuan tanah pertuanan feodal terkecil di Eropa, yang berada di bawah kendali seorang komandan tarekat militer. Istilah ini juga digunakan sebagai sebutan bagi remunerasi atau balas jasa dalam bentuk lahan yang diberikan kepada seorang komandan tarekat kesatria. Komanderi setara dengan lahan biara.

Etimologi

Istilah "komanderi" berasal dari kata "commendaria" atau "commenda" dalam bahasa Latin Abad Pertengahan, yang berarti tanah atau harta yang dikuasai oleh seseorang secara in commendam (dengan hak guna usaha).[1] [2]

Mula-mula komanderi merupakan tanah pertuanan, khususnya tanah partikelir milik Gereja, yang dikuasai secara in commendam. Tarekat-tarekat militer Abad Pertengahan mengadopsi struktur organisasi biara, dan istilah komanderi dijadikan sebutan bagi satuan wilayah Tarekat Kesatria Santo Yohanes Yerusalem (Tarekat Kesatria Penyantun). Di kemudian hari, istilah "komanderi" juga digunakan sebagai sebutan bagi satuan wilayah oleh Tarekat Kesartia Teuton dan tarekat-tarekat kesatria lainnya.[2] Properti milik tarekat terbagi menjadi sejumlah priorat. Priorat terbagi lagi menjadi sejumlah distrik. Distrik selanjutnya terbagi menjadi sejumlah komanderi atau komenda. Tiap-tiap komanderi dikepalai oleh seorang komandan atau kepala komenda (bahasa Latin:commendator). Komanderi juga merupakan sebutan bagi upah atau balas jasa yang diberikan kepada seorang komandan tarekat kesatria.[1]

Komanderi Kesatria Teuton disebut Komturei, yang dikepalai oleh seorang Komtur. Komanderi Kesatria Kenisah disebut praeceptoria (perguruan atau balai penataran), yang dikepalai oleh seorang praeceptor (guru atau penatar). Pada tahun 1540, properti milik Kesatria Penyantun di Inggris, yakni komanderi-komanderi, disita oleh negara dan dijadikan properti raja.[2]

Pemakaian istilah

Zaman Modern

Abad Pertengahan

Di Timur Dekat dan seluruh Eropa:

Lihat pula

Rujukan

  1. 1 2 Chisholm 1911, hlm. 765.
  2. 1 2 3 "commandery | commandry, n." OED Online, Oxford University Press, Desember 2018, www.oed.com/view/Entry/36962. Diakses 9 Desember 2018.

Catatan

 Artikel ini menyertakan teks dari suatu terbitan yang sekarang berada pada ranah publik: Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Commandery" . Encyclopædia Britannica. Vol. 6 (Edisi 11). Cambridge University Press. hlm. 765.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan