Senin, 28 September 2026
03:50 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Encomienda

Encomienda

250px-Francisco_Hernandez_Giron_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Francisco Hernández Giron adalah encomendero Spanyol di Peru yang menentang Leyes Nuevas (Hukum-Hukum Baru) pada tahun 1553. Hukum ini memberi hak kepada penduduk asli dan melindungi mereka dari perlakuan buruk.

Encomienda (pengucapan bahasa Spanyol: [eŋkoˈmjenda]) adalah sistem yang diterapkan di jajahan Spanyol di benua Amerika untuk mengatur tenaga kerja dan otonomi penduduk asli.

Dalam sistem ini, Kerajaan Spanyol memberikan kepada orang-orang yang disebut encomendero sejumlah penduduk asli untuk dilindungi dari suku-suku musuh. Encomendero bertugas mengajari mereka bahasa Spanyol dan iman Katolik, dan sebagai gantinya mereka dapat memperoleh upeti dalam bentuk tenaga kerja, emas, atau produk lainnya.[1] Nyatanya, perbedaan antara encomienda dan perbudakan tidak banyak.[1] Banyak penduduk asli yang dipaksa melakukan kerja keras dan akan dihukum berat atau dibunuh bila menolak.[1]

Di wilayah bekas Kekaisaran Inka, sistem ini melanjutkan tradisi Inka (dan bahkan pra-Inka) yang mengambil upeti dalam bentuk tenaga kerja.

Catatan kaki

  1. 1 2 3 Rodriguez, Junius P. (2007). Encyclopedia of Slave Resistance and Rebellion. Vol. 1. hlm. 184. ISBN 978-0-313-33272-2.

Rujukan

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan