Sabtu, 26 September 2026
18:21 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Kollikodon

Kollikodon

Kollikodon ritchiei
Rentang waktu: Kretaseus Awal
250px-Kollikodon.fossil.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Subordo:
Famili:
Kollikodontidae

Flannery, Archer, Rich & Jones, 1995
Genus:
Kollikodon

Flannery, Archer, Rich & Jones, 1995
Spesies:
K. ritchiei
Nama binomial
Kollikodon ritchiei
Flannery, Archer, Rich & Jones, 1995
Artikel takson sembarang

Kollikodon ritchiei adalah spesies monotremata yang sudah punah. Hewan ini hanya diketahui dari pecahan tulang anterior rahang bawah yang telah berubah bentuk menjadi oval, dengan satu geraham kecil dan dua geraham in situ. Fosilnya ditemukan di Lightning Ridge, New South Wales, Australia, sama seperti Steropodon.

Kollikodon hidup pada periode Kretaseus awal, selama pertengahan zaman Albian (113-101 juta tahun yang lalu).

Seperti Steropodon, Kollikodon adalah mamalia yang relatif besar untuk zaman Mesozoikum. Gerahamnya memiliki panjang sekitar 5,5 mm dan lebar antara 4 hingga 6 mm (Clemens et al., 2003). Berdasarkan data itu, kemungkinan panjang tubuhnya dapat mencapai satu meter. Dengan asumsi perkiraan tersebut tepat, Kollikodon merupakan pesaing bagi mamalia Mesozoikum terbesar yang pernah diketahui, seperti Repenomamus, Schowalteria, dan Bubodens.

Sulit untuk menggambarkan Kollikodon itu seperti apa, tetapi Kollikodon paling tidak akuatik. Hal ini bisa dipastikan dari bentuk giginya yang aneh, yang pasti berfungsi untuk menghancurkan kerang.

Baik Kollikodon maupun Steropodon, keduanya dapat ditemukan di Museum Australia di Sydney.

Referensi

  • Flannery, T.F.; Archer, M.; Rich, T.H.; Jones, R. (1995) "A new family of monotremes from the Cretaceous of Australia". Nature 377: 418-420.

Pranala luar

Wikispecies mempunyai informasi mengenai Kollikodon.


Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan