Rabu, 28 Oktober 2026
08:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Kode laut Jepang

Bagikan:

Kerentanan Kode Laut Jepang dan sandi sangat penting untuk berperang dalam Perang Dunia II, dan memiliki pengaruh penting dalam hubungan luar negeri antara Jepang dan Barat pada tahun-tahun menjelang perang. Setiap kode Jepang akhirnya terpecahkan, dan informasi intelijen yang terkumpul membantu pemenangan operasi-operasi seperti penyergapan US Navy atas Angkatan Laut Kekaisaran Jepang di Pertempuran Midway (JN-25b) dan penembakan pesawat yang ditumpangi Laksamana Isoroku Yamamoto dalam Operasi Vengeance.

Istilah Imperial Japanese Navy (IJN) menggunakan banyak kode dan sandi. Seluruh sistem kripto tersebut dikenal secara berbeda oleh organisasi yang berbeda; berikut ini yang diberikan oleh operasi kriptanalitik Barat.

Kode Merah

Ini adalah sistem buku kode yang digunakan dalam Perang Dunia I dan sesudahnya. Dinamai demikian karena salinan buku yang dimiliki Amerika bersampul merah. Sebaiknya tidak dikacaukan dengan RED cipher yang digunakan oleh Korps Diplomatik.

Kode ini terdiri dari 2 buku. Buku pertama tentang kode itu sendiri, berikutnya tentang sandi tambahan yang diaplikasikan untuk kode-kode sebelum transmisi, dengan titik berangkat untuk yang kedua terikat dengan pesan yang disiarkan. Salinan buku kode ini disediakan dalam Operasi Kantong Hitam di dalam koper atase Angkatan Laut Jepang pada tahun 1923; setelah tiga tahun bekerja Agnes Driscoll bisa memecah porsi tambahan dari setiap code.[1][2][3]

Referensi

  1. ↑ Sterling, Christopher H. (2007). Military Communications: From Ancient Times to the 21st Century. ABC-CLIO. hlm. 126–127. ISBN 978-1-85109-732-6. Diakses tanggal 2009-05-01.
  2. ↑ "Red Code". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-05-08. Diakses tanggal 2009-05-01.
  3. ↑ Budiansky, Stephen (2000). Battle of wits: The Complete Story of Codebreaking in World War II. Simon and Schuster. hlm. 5.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan