Minggu, 11 Oktober 2026
00:39 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Solusi Jerman Kecil

Solusi Jerman Kecil

konsep penyatuan Jerman di bawah kepemimpinan Prusia tanpa melibatkan Austria

Bagikan:
500px-Staaten_im_Deutschen_Bund_1848_Einwohner.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jumlah penduduk di Konfederasi Jerman pada tahun 1848 berdasarkan negara bagian. Sebuah negara federal Jerman atas dasar ini secara garis besar akan sesuai dengan apa yang disebut Solusi Jerman Besar. Masing-masing sekitar sepertiga dari total populasi tinggal di Austria, Prusia, dan negara-negara bagian lainnya.

Solusi Jerman Kecil (Jerman: Kleindeutschland, pelafalan[ˌklaɪ̯nˈdɔɪ̯t͡ʃlant]ⓘ) dari Pertanyaan Jerman adalah salah satu dari dua usulan solusi yang didiskusikan selama masa Revolusi 1848–1849 dan setelahnya mengenai wilayah mana saja yang seharusnya mencakup Jerman yang bersatu. "Jerman Kecil" ini merujuk pada sebuah negara serikat Jerman tanpa melibatkan Austria.

Gagasan alternatifnya disebut sebagai Solusi Jerman Besar (großdeutsche Lösung). Pada tahun 1848, Austria merupakan negara yang jauh lebih besar daripada ukurannya hari ini. Sebagian dari wilayah Austria masa itu termasuk dalam wilayah Konfederasi Jerman. Wilayah-wilayah ini mencakup area yang kini menjadi bagian dari Republik Austria, Tirol Selatan, dan Republik Ceko. Selain bagian Austria yang masuk dalam konfederasi tersebut, terdapat pula wilayah Austria di luar konfederasi yang kini menjadi bagian dari Hungaria, Italia, dan beberapa negara lainnya.

Para pendukung Solusi Jerman Kecil menolak untuk memasukkan keseluruhan wilayah Austria ke dalam negara serikat Jerman yang baru. Mereka paling jauh hanya bersedia menerima wilayah Austria yang sudah menjadi anggota konfederasi. Namun, pemisahan Kekaisaran Austria semacam itu ditolak keras oleh Kaisar Austria. Setelah Solusi Jerman Kecil berhasil direalisasikan pada kurun tahun 1867–1871, istilah ini mulai kehilangan relevansinya: sejak saat itu, istilah "Jerman" secara umum diidentikkan dengan Jerman Kecil ini. Sementara istilah lawannya, "Jerman Besar", tetap digunakan untuk merujuk pada gagasan penggabungan Austria ke dalam negara Jerman yang bersatu.[1][2]

Referensi

  1. ↑ Ernst Rudolf Huber: Der Kampf um Einheit und Freiheit 1830 bis 1850 (= Deutsche Verfassungsgeschichte seit 1789. Band II). Kohlhammer, Stuttgart 1988, hlm. 800 f.
  2. ↑ Frank Möller: Heinrich von Gagern. Eine Biographie. Habilitationsschrift, Universität Jena, 2004, hlm. 324 f.
40px-Germany_flag-map-icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Jerman ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan