Rabu, 28 Oktober 2026
04:05 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Kiskadi besar

Kiskadi besar

Bagikan:
Kiskadi besar
250px-Great_kiskadee_%2870240%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kiskadi besar di La Fortuna, Kosta Rika
Kicauan yang direkam di Rio de Janeiro, Brasil
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Passeriformes
Famili: Tyrannidae
Genus: Pitangus
Swainson, 1827
Spesies:
P. sulphuratus
Nama binomial
Pitangus sulphuratus
(Linnaeus, 1766)[2]
250px-Pitangus_sulphuratus_map.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sinonim
  • Lanius sulphuratus Linnaeus, 1766
  • Saurophagus sulphuratus Swainson, 1832

Pitangus sulphuratus atau kiskadi besar atau yang dikenal juga dengan berbagai nama lokal seperti bem-te-vi di Brasil, pitogue di Paraguay, benteveo atau bichofeo di Argentina dan Uruguay, serta luis bienteveo, pitabil, luis grande, atau chilera di Meksiko, adalah burung pengicau dari famili Tyrannidae yang termasuk dalam kelompok penangkap lalat tiran. Spesies ini merupakan satu-satunya anggota genus Pitangus. Habitat berkembang biaknya meliputi hutan terbuka dengan beberapa pohon tinggi, area budidaya, dan lingkungan sekitar pemukiman manusia. Kiskadi besar tersebar mulai dari selatan Amerika Serikat hingga Argentina dan telah diperkenalkan ke Bermuda pada 1957 serta ke Tobago sekitar tahun 1970.

Deskripsi

Kiskadi besar dewasa termasuk salah satu penangkap lalat tiran terbesar, dengan panjang tubuh 25–28 cm dan berat 53–71,5 g. Kepalanya berwarna hitam dengan garis supersilium putih yang jelas dan mahkota kuning tersembunyi. Bagian punggung berwarna coklat, sedangkan sayap dan ekor berwarna coklat dengan pinggiran kemerahan yang biasanya mencolok. Paruhnya pendek, tebal, dan hitam. Spesies serupa, seperti burung penangkap lalat paruh perahu (Megarynchus pitangua), memiliki paruh hitam lebih besar, punggung coklat zaitun, dan hampir tidak ada kemerahan di ekor atau sayap. Beberapa penangkap lalat tiran lain, misalnya burung penangkap lalat sosial (Myiozetetes similis), memiliki pola warna mirip, tetapi ukurannya jauh lebih kecil.[3]

Persebaran

Kiskadi besar menghuni beragam habitat, mulai dari padang rumput terbuka dengan pohon-pohon yang tersebar hingga lingkungan perkotaan. Jangkauannya membentang luas dari Lembah Rio Grande Bawah di Texas selatan, melewati Amerika Tengah, hingga Argentina selatan, meskipun jarang ditemui secara teratur di Chili. Spesies ini diperkenalkan ke Bermuda pada tahun 1957, ketika 200 individu dibawa dari Negara Trinidad dan Tobago untuk mengendalikan populasi berbagai macam kadal, terutama kadal pohon (Anolis grahami) yang telah diperkenalkan dan bersifat invasif. Burung-burung tersebut berhasil berkembang biak, dan pada tahun 1976 populasinya mencapai sekitar 60.000 ekor. Kiskadi besar adalah omnivora, tetapi upaya membawa burung tersebut untuk mengendalikan jumlah kadal tidak terbukti berhasil.[4][5][6]

Referensi

  1. ↑ BirdLife International (2018). "Pitangus sulphuratus". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2018 e.T22700605A132069895. doi:10.2305/IUCN.UK.2018-2.RLTS.T22700605A132069895.en. Diakses tanggal 25 November 2025.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Linnaeus, 1766. [Lanius] sulphuratus (protonym). Systema Naturae, ed. 12, vol. 1, part 1. BHL
  3. ↑ Mobley, J. (2020). del Hoyo, J.; Elliott, A.; Sargatal, J.; Christie, D.A.; de Juana, E. (ed.). "Great Kiskadee (Pitangus sulphuratus)". Handbook of the Birds of the World Alive. Lynx Edicions. doi:10.2173/bow.grekis.01. S2CID 216275683.
  4. ↑ Bennett, F.D.; Hughes, I.W. (1959). "Biological control of insect pests in Bermuda". Bulletin of Entomological Research. 50 (3): 423–436. doi:10.1017/S0007485300053025.
  5. ↑ Crowell, K.; Crowell, M. (1976). "Bermuda's abundant, beleaguered birds". Natural History. 85 (8, October): 48–56. hdl:2246/6483. The link is to a 99 MB pdf containing 1102 pages. The article begins on page 775.
  6. ↑ Mathys, B.A.; Lockwood, J.L. (2009). "Rapid evolution of great kiskadees on Bermuda: an assessment of the ability of the island rule to predict the direction of contemporary evolution in exotic vertebrates". Journal of Biogeography. 36 (12): 2204–2211. Bibcode:2009JBiog..36.2204M. doi:10.1111/j.1365-2699.2009.02169.x.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan