Rabu, 04 November 2026
03:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Kisah Rasul Tomas

Bagikan:
 
Bagian dari seri tentang
Gnostisisme
120px-Abraxas_gem_scan.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Teks awal abad ke-3 yang diberi nama Kisah Rasul Tomas adalah salah satu apokrifa Perjanjian Baru, yang menyebut Yesus sebagai "Penebus Surgawi", yang dapat membebaskan jiwa-jiwa dari kegelapan dunia. Rujukan-rujukan pada karya buatan Epifanius dari Salamis tersebut menunjukan bahwa karya tersebut beredar pada abad ke-4. Versi lengkapnya yang masih ada berbahasa Suryani dan berbahasa Yunani. Terdapat beberapa fragmen yang masih ada dari teks tersebut. Para cendekiawan melacak dari versi Yunaninya bahwa aslinya ditulis dalam bahasa Suryani, yang menempatkan Kisah Rasul Tomas di Siria. Namun, manuskrip-manuskrip Suryani yang masih ada disunting untuk menyejajarkan karya tersebut dengan pasal-pasal gnostik yang sebagian besar tak ortodoksi, sehingga versi Yunani-nya menunjukkan tradisi yang lebih awal.

Fragmen-fragmen dari empat karya romansa lainnya tentang figur rasul Tomas masih ada, tetapi hanya selesai satu buah. Karya tersebut tidak ada hubungannya dengan "perkataan-perkataan" awal Injil Thomas.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan