Jumat, 30 Oktober 2026
11:29 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Kim Woo-choong

Bagikan:
Infobox orangKim Woo-choong
Biografi
Kelahiran19 Desember 1936 Suntingan nilai di Wikidata
Daegu Suntingan nilai di Wikidata
Kematian9 Desember 2019 Suntingan nilai di Wikidata (82 tahun)
Suwon Suntingan nilai di Wikidata
Penyebab kematianRadang paru-paru Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
PendidikanUniversitas Yonsei
Kyunggi High School (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanpebisnis,pengusaha,ekonomi Suntingan nilai di Wikidata
Bekerja diDaewoo Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
Pasangan nikahQ28699036 Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
AyahQ139565183 Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Penghargaan
Kim Woo-choong
Hangeul김우중
Hanja金宇中
Alih Aksara yang DisempurnakanGim Ujung
McCune–ReischauerKim Ujung

Kim Woo-choong (kadang juga Kim Woo-jung, 17 Desember 1936 – 9 Desember 2019)[1] adalah seorang pengusaha Korea Selatan yang juga merupakan pendiri dan mantan ketua Grup Daewoo.[butuh rujukan]

Awal hidup

Woo-choong adalah putra seorang gubernur provinsi. Dia adalah seorang pengantar surat kabar saat masih muda untuk membantu keluarganya agar tetap bertahan, meski bukan untuk jangka waktu yang lama.[butuh rujukan]

Dia lulus dari Sekolah Menengah Kyonggi yang prestisius dan kemudian memperoleh gelar ekonomi dari Universitas Yonsei di Seoul. Setelah lulus, Kim bekerja di sebuah perusahaan perdagangan yang kecil. Dia lalu keluar dan mendirikan Grup Daewoo dengan 5 rekan-rekannya.[butuh rujukan]

Daewoo

Daewoo tumbuh dengan membeli perusahaan-perusahaan yang kebanyakan sedang bermasalah. Kim pandai mengubah perusahaan yang hampir bangkrut menjadi mesin uang yang sukses. Pada 1990-an, Daewoo adalah perusahaan terbesar kedua di Korea Selatan dari segi aset dan ketiga dari segi pendapatan, bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar lainnya seperti Hyundai, LG, Samsung.[butuh rujukan]

Meskipun begitu, struktur keuangannya yang tidak begitu kokoh menyebabkannya tumbang saat krisis finansial Asia datang pada 1998. Lebih dari 50 anak perusahaannya harus dijual, menyisakan hanya divisi-divisi besar.[butuh rujukan]

Pelarian

Kim melarikan diri ke luar negeri setelah perusahaannya jatuh, dan diburu pemerintah Korea Selatan karena Daewoo menyisakan banyak utang saat dia tinggalkan. Dia hidup dalam pelarian selama enam tahun di berbagai negara di Eropa dan Vietnam.[butuh rujukan]

Dia akhirnya menyerahkan diri pada 14 Juni 2005. Saat tiba kembali di Seoul, Kim langsung ditangkap pihak kepolisian dan meminta maaf "karena telah menyakiti negara dan menerima segala tanggung jawab untuk kejatuhan perusahaannya, serta bersedia menerima hukuman apapun dari pihak berwajib," menurut Chosun Ilbo.[2]

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan