Senin, 19 Oktober 2026
02:59 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Kilang Pertamina Internasional

perusahaan asal Indonesia

Bagikan:
PT Kilang Pertamina Internasional
JenisPerseroan terbatas
IndustriMinyak bumi
DidirikanNovember 13, 2017;8 tahun lalu (2017-11-13)
DibubarkanFebruari 1, 2026;8 bulan lalu (2026-02-01)
Status akhirDigabung ke Pertamina Patra Niaga
Kantor pusatJakarta, Indonesia
Wilayah yang dilayani
Indonesia
Tokoh kunci
Taufik Aditiyawarman[1]
(Direktur Utama)
Triharyo Indrawan[1]
(Komisaris Utama)
Produk
MerekPolytam
LayananPengembangan infrastruktur pengolahan minyak bumi
PendapatanUS$ 23,022 miliar (2021)[2]
US$ -85,957 juta (2021)[2]
Total asetUS$ 15,299 miliar (2021)[2]
Total ekuitasUS$ 7,955 miliar (2021)[2]
PemilikPertamina (99,9985%)
Pertamina Pedeve (0,0015%)
Jumlah karyawan
6.617 (2021)[2]
Situs webkpi.pertamina.com

PT Kilang Pertamina Internasional dulu adalah anak usaha dari Pertamina yang bergerak di bidang pengolahan minyak bumi. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga akhir tahun 2021, perusahaan ini mengoperasikan enam kilang minyak (refinery unit), yakni di Dumai, Plaju, Cilacap, Balikpapan, Balongan, dan Kasim, dengan total kapasitas pengolahan mencapai 1,033 juta barel minyak per hari.[2][3]

Pada tahun 2026, Pertamina menggabungkan perusahaan ini ke Pertamina Patra Niaga.[4]

Sejarah

Perusahaan ini didirikan oleh Pertamina pada tahun 2017 untuk menjalankan, mengendalikan, dan mengelola investasi dan usahanya yang terkait dengan proyek pengembangan kilang minyak dan petrokimia. Pada bulan November 2017, perusahaan ini mendirikan PT Pertamina Rosneft Pengolahan & Petrokimia untuk mengelola proyek New Grass Root Refinery (NGRR) di Tuban, yang merupakan kerja sama antara Pertamina dan Rosneft. Pada bulan Mei 2019, perusahaan ini mendirikan PT Kilang Pertamina Balikpapan untuk mengelola proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di RU V Balikpapan. Perusahaan tersebut juga disiapkan sebagai wahana kerja sama antara Pertamina dengan mitra.

250px-Kilang_Pertamina_RU_VI_Balongan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
RU VI Balongan dipotret dari udara

Pada tahun 2021, Pertamina resmi menunjuk perusahaan ini sebagai induk dari subholding di internal Pertamina yang bergerak di bidang pengolahan dan petrokimia, yang beranggotakan PT Tuban Petrochemical Industries. Pertamina juga menyerahkan enam kilang minyaknya ke perusahaan ini.[2][3] Pada tahun 2024, perusahaan ini berhasil menyelesaikan proyek RDMP di RU V Balikpapan, sehingga kapasitas pengolahan dari kilang minyak tersebut meningkat dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari.[5]

Pada tanggal 1 Februari 2026, Pertamina resmi menggabungkan perusahaan ini ke Pertamina Patra Niaga sebagai bagian dari upaya untuk membentuk subholding di internal Pertamina yang bergerak di bidang hilir minyak dan gas.[4] 

Referensi

  1. 1 2 "Komisaris & Direksi". PT Kilang Pertamina Internasional. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-09-25. Diakses tanggal 25 September 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 7 "Laporan Tahunan 2021" (PDF). PT Kilang Pertamina Internasional. Diakses tanggal 25 September 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 "Sekilas Perusahaan". PT Kilang Pertamina Internasional. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-09-25. Diakses tanggal 25 September 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 Setiawan, Verda Nano (9 Februari 2026). "Pertamina Resmi Merger 3 Bisnis Hilir, Ternyata Ini Alasannya". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 30 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Setiawan, Verda Nano (21 Mei 2024). "Sah! Kilang Balikpapan Jadi Kilang Minyak Terbesar RI". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 6 Maret 2025.
Ikon rintisan

Artikel bertopik badan usaha atau perusahaan Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan