Artikel ini mungkin memuat teks yang disalin secara bulat-bulat dari situs web kecerdasan buatan. Informasi di dalamnya dapat saja berisi halusinasi atau bahkan memuat referensi fiksi atau palsu. Setiap pelanggaran hak cipta dan riset asli yang dimuat ke artikel ini harus segera dihapus. |
Artikel ini berisi konten yang ditulis dengan gaya sebuah iklan. Bantulah memperbaiki artikel ini dengan menghapus konten yang dianggap sebagai spam dan pranala luar yang tidak sesuai, dan tambahkan konten ensiklopedis yang ditulis dari sudut pandang netral dan sesuai dengan kebijakan Wikipedia. |

Kickstriking adalah sebuah disiplin atau format aturan pertarungan (Ruleset) Asal Indonesia yang diciptakan oleh Yoshua Marcellos (Dikenal luas sebagai Celloszxz), Kickstriking merupakan olahraga bela diri berdiri (Stand-Up Fighting) yang mempertandingkan dua atlet di dalam satu ring, dengan penggunaan teknik pukulan, tendangan, lutut, dan siku, yang diselenggarakan dan diatur di bawah naungan Uni Combat Council (UCC).[1]
Karakteristik
Kickstriking dirancang untuk menciptakan tempo pertarungan yang lebih cepat dan agresif. Perbedaan utama dalam aturan ini meliputi:
- Serangan Siku (Elbows): Memperbolehkan penggunaan serangan siku dengan batasan tertentu agar tidak terjadi elbow spam.
- Pembatasan Clinch: Membatasi teknik clinching (pelukan) secara signifikan dibandingkan Muay Thai tradisional untuk menjaga ritme jual-beli serangan tetap tinggi.
- Larangan Sapuan dan Bantingan: Aturan ini tidak memperbolehkan teknik swapping, sapuan kaki (sweeps), atau bantingan, sehingga fokus sepenuhnya pada teknik serangan berdiri.[2]
Sejarah dan Perkembangan
Aturan ini pertama kali diuji coba pada ajang Byon Combat Showbiz dan mulai digunakan secara luas pada Volume 5 (28 Juni 2025) dalam laga perebutan gelar nasional antara Jekson Karmela (Kkajhe) melawan Aziz Calim.[3]
Pada April 2026, Kickstriking memulai ekspansi internasionalnya melalui ajang Byon Combat Showbiz Vol. 7 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam ajang tersebut, dipertandingkan gelar juara internasional "Byon Kickstriking Asia" antara Putra Abdullah Dan Ronal Siahaan.[4]
Organisasi Sanksi
Seluruh pertandingan Kickstriking berada di bawah pengawasan Uni Combat Council (UCC), sebuah badan sanksi olahraga bela diri yang bertujuan menstandardisasi aturan pertarungan, integritas perwasitan, serta pencatatan rekor resmi atlet di tingkat regional maupun internasional.
Referensi
- ↑ Celloszxz, Celloszxz (27 Desember 2025). "KICKSTRIKING OFFICIAL HOLY BOOK v1 (2025)". unicombatcouncil.com.
- ↑ Arifin, Asad (29 Juni 2025). "Hasil Byon Combat Showbiz 5: Aziz Calim Bungkam KKAjhe dengan Unanimous Decision". Bola.net.
- ↑ Fithriansyah, Helmi (16 Juni 2025). "Resmi, Uni-Combat Council Naungi Combat Sports". Liputan6.com.
- ↑ Jingga, Rangga Pandu Asmara (26 April 2026). "Ronal Siahaan vs Putra Abdullah berebut gelar Byon Kickstriking Asia di Kuala Lumpur". ANTARA News.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)