Sabtu, 31 Oktober 2026
18:49 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Kicir-Kicir

salah satu lagu daerah

Bagikan:
Bermasalah memainkan berkas ini? Lihat bantuan media.

Kicir-Kicir adalah sebuah lagu daerah Betawi dari Jakarta.[1][2]

Sejarah

Lagu Kicir-Kicir ini sebenarnya muncul dari tradisi pantun nusantara, terutama pengaruh dari pantun melayu dan syair.[3] Hal tersebut terlihat dari lirik lagu ini yang terikat oleh rima, jumlah suku kata, dan larik persis seperti pantun dan syair. Pada larik pertama dan kedua di setiap baitnya berisi sampiran dan di dua larik selanjutnya terdapat isi. Hal inilah yang menandakan bahwa lagu ini merupakan pengembangan dari bentuk pantun dan syair. Budaya Betawi memang erat kaitannya dengan budaya Melayu dan Tionghoa.[4][5][6][7] Oleh sebab itu, khalayak akan melihat jejak-jejak perpaduan budaya Melayu dan Tionghoa pada beberapa atau sebagian besar produk budaya Betawi, salah satunya melalui lagu daerahnya.

Lirik

Kicir kicir ini lagunya
Lagu lama ya tuan dari Jakarta
Saya menyanyi ya tuan memang sengaja
Untuk menghibur menghibur hati nan duka

Burung dara burung merpati
Terbang cepat ya tuan tiada tara
Bilalah kita ya tuan suka menyanyi
Badanlah sehat ya tuan hati gembira

Buah mangga enak rasanya
Si manalagi ya tuan paling ternama
Siapa saja ya tuan rajin bekerja
pasti menjadi menjadi warga berguna[8]

Referensi

  1. ↑ Hendrowinoto, Nirwanto Ki S. (1998). Seni budaya Betawi menggiring zaman. Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. hlm. 68. ISBN 978-979-95292-1-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Seni pertunjukan tradisional Betawi. Jakarta City Government Tourism & Culture Office. 2012. hlm. 59–60.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ M.Hum, Prof Dr H. Mahdi Bahar, S. Kar; M.Hum, Dr Febri Yulika; M.Sn, Dr Nursyirwan, S. Pd; M.Sn, Dr Erlinda; M.Si, Dr Rosta Minawati; M.Si, Roza Muliati (242–244). PROCEEDING INTERNATIONAL SEMINAR OF SOUTHEAST ASIA MALAY ARTS FESTIVAL: Rediscovering the Treasures of Malay Culture. ISI Padangpanjang.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Format tanggal (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Wardhani, Rizky; Soewardjo, B. Kristiono; Utami, Heryanti (2021-12-09). "Promosi Budaya Betawi Tionghoa Melalui Youtube". Syntax Literate ; Jurnal Ilmiah Indonesia (dalam bahasa American English). 6 (2): 856–874. doi:10.36418/syntax-literate.v6i2.4880. ISSN 2548-1398.
  5. ↑ Ali, A. R. (2008). Akulturasi budaya Betawi dengan Tionghoa: Studi komunikasi antarbudaya pada kesenian Gambang Kromong di Perkampungan Budaya Betawi, Kelurahan Srengseng Sawah. Jakarta, Indonesia: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
  6. ↑ Liputan6.com (2017-01-22). "Separuh Budaya Betawi adalah Budaya Tionghoa, Benarkah?". liputan6.com. Diakses tanggal 2026-01-16.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  7. ↑ Turmudi (Editor), Endang (2021-11-16). Merajut Harmoni, Membangun Bangsa: Memahami Konflik dalam Masyarakat Indonesia. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. hlm. 175. ISBN 978-623-321-090-4.{{cite book}}: |last= memiliki nama generikPemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ "Lirik Lagu Kicir-Kicir - Jakarta/Betawi". KapanLagi.com. Diakses tanggal 2020-01-31.


Ikon rintisan

Artikel bertopik umum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Jika Anda melihat halaman yang menggunakan templat {{stub}} ini, mohon gantikan dengan templat rintisan yang lebih spesifik.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan