Kamis, 08 Oktober 2026
22:21 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Khatijah Sidek

politisi Malaysia

Bagikan:
Ini adalah nama Melayu; nama "Sidek" merupakan patronimik, bukan nama keluarga, dan tokoh ini dipanggil menggunakan nama depannya, "Khatijah".
Khatijah Sidek
Lahir
Khadijah

1918 (1918)
Meninggal1982 (umur 63–64)
Tinggi147 m (482 ft 3+1⁄2 in)
Pasangan menikahHamzah Taib
Anak3 (anak angkat)
Ayah
  • Mohammad Sidik (ayah)
  • Sariah (ibu)

Khatijah binte Sidek (Ejaan Lama: Chadidjah Sidik) (1918 – 1982) adalah seorang politisi asal Malaysia yang menjadi aktivis prokemerdekaan Malaya Britania Raya menjadi Malaysia.

Kehidupan pribadi

Khadijah lahir di Kampung Baru, Padang Pariaman, Pesisir Barat Sumatera, Hindia Belanda pada 1918 yang terlahir dari pasangan Mohammmad Sidik bin Ismail dan Sariah binti Mohammad Saleh. Ayahnya bekerja sebagai seorang wirausahawan. Ia terlahir sebagai anak bungsu dari sepuluh bersaudara. Ketika dewasa, ia dinikahi dengan seorang duda keturunan Bugis yang menetap di Johor bernama Hamzah dengan membawa tiga orang anak dari pernikahan sebelumnya: Chadria Tasimala Hamzah, Mohamamad Hatta Hamzah, dan Mohammad Noor Kamal Hamzah.

Kehidupan

Pada tahun 1936, Khatijah menamatkan pendidikannya di Normal School, Bukittinggi. Setelah itu ia mengajar di Pangkalan Susu, Sumatera Utara (1936-1938), Pangkalan Brandan (1938-1939), Binjai (1939-1940), dan Matang Glumpang Dua, Aceh Selatan (1940-1942). Setelah itu ia pergi ke Bukittinggi dan mendirikan pasukan semi-militer wanita "Kesatria Bangsa."

Berkat undangan anggota Kesatria Bangsa, ia pergi ke Singapura pada bulan Juni 1946. Disini ia menjadi aktivis wanita yang cukup lantang. Karena aktivitas politiknya itu, pemerintah kolonial Inggris memenjarakannya di Outram Road pada 18 Agustus 1948. Dia baru dibebaskan pada tahun 1950. Penjara tak menyurutkan niatnya dalam menentang kolonialisme Inggris. Karier politiknya terus berlanjut dan mencapai puncaknya ketika berada di Malaysia.

Pada tahun 1953, Khatijah menjadi anggota UMNO dan menduduki jabatan Setiausaha Kaum Ibu serta Ketua Kaum Ibu (1953-1956). Selama memimpin Kaum Ibu, Khatijah telah menghimpun hampir 10.000 orang wanita untuk bergabung dengan UMNO.

Khatijah salah satu anggota UMNO yang paling vokal. Dia menuntut agar UMNO berani memekikkan kata "merdeka". Dalam Persidangan Agung UMNO tahun 1953, ia dengan lantang menuntut supaya jumlah perwakilan dari kaum wanita ditambah. Kelantangannya menimbulkan keresahan di kalangan pemimpin dan para anggota UMNO. Hal ini menyebabkan dipecatnya ia dari keanggotaan UMNO pada tahun 1956. Pada periode 1959-1964, Khatijah menjadi anggota parlemen dari Partai Islam Se-Malaysia.[1]

Referensi

  1. ↑ Khatijah Sidek, Memoir Khatijah Sidek : Puteri Kesatria Bangsa, Universiti Kebangsaan Malaysia, 1995
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan