Sabtu, 17 Oktober 2026
01:31 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Kepiting kacang

Kepiting kacang

Bagikan:
Kepiting kacang
250px-Pinnotheres_pisum.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pinnotheres pisum ♂
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Malacostraca
Ordo: Decapoda
Subordo: Pleocyemata
Infraordo: Brachyura
Famili: Pinnotheridae
Genus: Pinnotheres
Spesies:
P. pisum
Nama binomial
Pinnotheres pisum
Sinonim

Pinnotheres cranchii Leach, 1815
Pinnotheres latreilli Leach, 1815
Pinnotheres modiolae Costa, 1840
Pinnotheres modioli Leach, 1814
Pinnotheres mytilii Leach, 1814
Pinnotheres mytilorum Leach, 1814
Pinnotheres varians Leach, 1815

Kepiting kacang (Pinnotheres pisum) adalah kepiting berukuran kecil dari keluarga Pinnotheridae yang hidup sebagai parasit di tiram, kerang, dan spesies kerang bercangkang dua lainnya.[2]

Deskripsi

Ketam kacang adalah krustasea yang bertubuh kecil, kira-kira sebesar kacang atau uang satu sen dollar Amerika, dengan permukaan punggung yang halus dari tempurung atau rangka eksoskeletonnya. Rangka luar dari jantannya lebih keras daripada milik betina, dan memiliki antena yang memanjang dari bagian depan, serta memiliki capit lebih keras, sementara yang betina capitnya lebih panjang. Tubuh betina lebih transparan dan memperlihatkan organ dan gonadnya dalam warna kuning dan merah, sementara jantannya lebih terlihat kuning keabuan dengan bintik coklat.[3]

Ekologi

250px-Sea_otter_with_shells_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ketam kacang jatuh ke leher anjing laut karena memakan kerang yang menjadi inangnya. Foto diambil di Moss Landing, California)

Hubungan antara ketam kacang dengan inangnya lebih tepat disebut parasitisme, dibanding komensalisme, karena inangnya bisa terganggu oleh kegiatan ketam kacang mencari makan[4] The pea crab solely relies on its host for food, safety, and oxygen.[5]

Ketam kacang punya inang yang bervariasi. Yang paling pentung adalah moluska. Ketam kacang hidup di dalam celah mantel inangnya. Inang lainnya, bisa berupa bulu babi dan dollar pasir. Pinnotheres bisa ditemukan di dalam badan dollar pasir, di rektum mentimun laut,[4] di tube Chaetopterus, dan di dalam udang lumpur (Thalassinidea), atau di insang Ascidiacea.[5]

Hanya sedikit yang diketahui aktivitas ketam kacang dalam aktivitas memangsa,[5] namun saudaranya ketam tiram (Zaops ostreus) yang dalam masa larva memakan plankton yang terisap oleh tiram, sementara ketam dewasa merebut makanan tiram, dan bagian-bagian yang tak termakan.[6] Proses ini mengancam inangnya bila ikut memangsa jaringan serabut mukosa yang berguna mengantakan makanan masuk ke dalam mulut inang.[5]

Etimologi

Nama Pinnotheres dalam Bahasa Yunani berarti Penjanga Pinna dan pisum dalam bahasa latin berarti kacang, merujuk kepada ukurannya.[3]

Referensi

  1. ↑ Charles Fransen & Michael Türkay. "Pinnotheres pisum (Linnaeus, 1767)". World Register of Marine Species. Diakses tanggal 9 Februari 2009.
  2. ↑ "Pea crab". Answers.com. Diakses tanggal Februari 9, 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 Ray W. Ingle (1997). Crayfishes, Lobsters, and Crabs of Europe: An Illustrated Guide to Common and Traded Species. London: Chapman & Hall. ISBN 978-0-412-71060-5.
  4. 1 2 Eugene H. Kaplan (1988). A Field Guide to Southeastern and Caribbean Seashores: Cape Hatteras to the Gulf Coast, Florida, and the Caribbean. Peterson Field Guides. Houghton Mifflin. ISBN 0-395-46811-6.
  5. 1 2 3 4 N. J. Berrill & Jacquelyn Berrill (1957). 1001 Questions Answered About the Seashore. New York: Dover Publications. ISBN 0-486-23366-9.{{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggal
  6. ↑ T. Cheng (1973). General Parasitology. New York and London: Academic Press. ISBN 0-12-170750-4.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan