Sabtu, 17 Oktober 2026
07:00 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Kesultanan Bacan

Kesultanan Bacan

negara di Asia Tenggara (c.1322-1965)

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang kesultanan historis di pulau Bacan. Untuk lainnya, lihat Bacan.
Kesultanan Bacan
كسلطانن باچن
Dehe Ma-Kolano
1322?
Bendera Kesultanan Bacan
250px-Bendera_Sultan_Bacan.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kiri: Bendera kesultanan
Kanan: Bendera Sultan setelah menjadi protektorat Belanda
Pulau Makian (kiri) dan Pulau Bacan (kanan atas) dan ibukota (sekitar tahun 1616)
Pulau Makian (kiri) dan Pulau Bacan (kanan atas) dan ibukota (sekitar tahun 1616)
Bahasa umumBacan
PemerintahanMonarki
Sultan, Dehe Ma-Kolano 
Sejarah 
• Pendirian
1322?
• Mulai menganut Islam
1400-an
• Penaklukkan Belanda
1609
• Pemerintahan Swapraja diambil alih pemerintahan Kabupaten Indonesia
1965
• Dihidupkan kembali
1983
Didahului olehDigantikan oleh
kslKesultanan
Ternate
Indonesia

Kesultanan Bacan (كسلطانن باچن) adalah suatu kerajaan yang berpusat di Pulau Bacan, Kepulauan Maluku, Indonesia saat ini, yang muncul dengan perluasan perdagangan rempah-rempah di akhir abad pertengahan. Kesultanan ini berawal di Pulau Makian yang kemudian mengungsi ke Pulau Bacan akibat Gunung Kie Besi dan jangkauan kekuasaannya terdiri dari Kepulauan Bacan (Bacan, Kasiruta, Mandioli, dll) tetapi memiliki pengaruh berkala di Seram dan Kepulauan Raja Ampat. Kesultanan Bacan jatuh di bawah pengaruh kolonial Portugal pada abad ke-16 dan Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) setelah 1609. Bacan adalah salah satu dari empat kerajaan Maluku (Maloko Kië Raha) bersama dengan Ternate, Tidore dan Jailolo, tetapi cenderung dibayangi oleh Ternate.[1] Setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, fungsi pemerintahan sultan secara bertahap digantikan oleh struktur administrasi modern. Namun, kesultanan telah dihidupkan kembali sebagai entitas budaya di masa sekarang.

Raja Bacan pertama yang memeluk Islam adalah Raja Zainal Abidin yang bersyahadat pada tahun 1521. Sedangkan Raja Bacan pertama yang beragama Kristen adalah Dom João. Meski berada di Maluku, wilayahnya cukup luas hingga ke wilayah Papua Barat. Banyak kepala suku di wilayah Waigeo, Misool yang terletak di Raja Ampat dan beberapa daerah lain sempat berada di bawah administrasi pemerintahan Kesultanan Bacan.

Sejarah Awal

250px-Batjan_map.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pulau Bacan (map dari abad ke-19)

Menurut legenda yang diketahui dari abad ke-16, raja-raja Bacan, Kepulauan Papua, Banggai dan Buton merupakan keturunan dari sekumpulan telur ular yang telah ditemukan di antara beberapa batu oleh pelaut Bacan Bikusigara. Karena itu, Bacan dapat mengklaim sebagai titik awal tatanan politik Maluku. Mitos itu juga menunjuk pada hubungan awal dengan orang Papua. Namun, ada legenda yang saling bertentangan yang menyatakan bahwa Jailolo di Halmahera adalah kerajaan tertua di Maluku. Legenda ketiga berangkat dari imigran Arab Jafar Sadik yang datang ke Maluku, pada tahun 1245, dan menikahi bidadari surga Nurus Safa. Dari pasangan ini lahirlah empat orang putra yang bernama Buka, Darajat, Sahajat dan Mashur-ma-lamo, yang menjadi nenek moyang para penguasa Bacan, Jailolo, Tidore, dan Ternate. Dalam cerita ini pun, Bacan memiliki posisi yang didahulukan. Penguasa itu tetap dikenal sebagai Kolano ma-dehe, Penguasa Tanjung (yaitu dalam kaitannya dengan Ternate dan Tidore).

Daftar sultan bacan

NamaMasaKeterangan
Bukaabad ke–13anak Jafar Sadik (legenda)
Sidang Hasan1345
Muhammad Bakir–1465
Sultan Zainal Abidin1512
Raja Yusuf–1515
Sultan Alauddin I1520–1557
Dom João1557–1577anak
Dom Henrique1577–1581anak
Sultan Alauddin II1581– 1609anak Dom João
Kaicili Malito (wali penjabat)1609–1614
Sultan Nurusalat1609–1649anak
Sultan Muhammad Ali1649–1655anak
Sultan Alauddin III1655–1701anak
Sultan Musa Malikuddin1701–1715saudara
Sultan Kie Nasiruddin1715–1732anak Alauddin III
Sultan Hamza Tarafan Nur1732–1741keponakan
Sultan Muhammad Sahadin1741–1779cucu Musa Malikuddin
Sultan Iskandar Alam1780–1788keponakan
Sultan Muhammad Badaruddin, Ahmad1788–1797anak Kie Nasiruddin
Sultan Kamarullah1797–1826keponakan
Muhammad Hayatuddin Kornabei Syah1826–1860anak
Sultan Muhammad Sadik Syah1862–1889anak
interregnum1889–1899diwakilkan oleh 3 wali
Sultan Muhammad Usman Syah1899–1935anak
Sultan Muhammad Muhsin Syah1935–1983anak
Sultan Al-Hajj Dede Muhammad Gahral Aydan Syah1983–2009anak
Sultan Abdurrahim Muhammad Gary Ridwan Syah2010–2023anak
Sultan Muhammad Irsyad Maulana Syah2024–sekaranganak

Galeri

  • Benteng Barneveld di Pulau Bacan (2020)
    Benteng Barneveld di Pulau Bacan (2020)
  • Istana Sultan Bacan (1935)
    Istana Sultan Bacan (1935)
  • Masjid Sultan Bacan (2020)
    Masjid Sultan Bacan (2020)
  • Sultan Muhammad Usman Syah bersama gubernur Maluku Tn. van Sandick (1924)
    Sultan Muhammad Usman Syah bersama gubernur Maluku Tn. van Sandick (1924)
  • Sultan Muhammad Usman (1899-1935)
    Sultan Muhammad Usman (1899-1935)

Referensi

  1. ↑ B., Lapian, A. Bacan and the early history of North Maluku. OCLC 610792576.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan