Senin, 02 November 2026
00:10 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Kesehatan mental Yesus

pertanyaan apakah Yesus sebagai tokoh dalam sejarah berada dalam kesehatan mental

Bagikan:

Pertanyaan apakah Yesus sebagai tokoh dalam sejarah berada dalam kesehatan mental yang baik telah disoroti oleh beberapa psikolog, filsuf, sejarawan dan penulis. Orang pertama yang mempertanyakan kewarasan Yesus secara luas dan terperinci adalah psikolog Prancis Charles Binet-Sanglé, kepala dokter di Paris dan penulis empat jilid La Folie de Jésus.[1][2] Pandangan tersebut meraih pendukung dan lawan.

Opini yang menantang kewarasan Yesus

Charles Binet-Sanglé mendiagnosa Yesus terkena paranoid agama:[3]

Singkatnya, alam halusinasi Yesus, seperti yang dideskripsikan dalam Injil-injil ortodoks, membuat kami menyatakan bahwa pendiri agama Kristen tersebut mengidap paranoid agama. (vol. 2, p. 393)

Pandangannya diamini oleh psikiater dan ahli saraf asal New York, William Hirsch [de],[4] yang pada tahun 1912 menerbitkan penelitiannya, Religion and Civilization: The Conclusions of a Psychiatrist, yang menguraikan sejumlah perilaku Yesus yang menyimpang secara mental. Hirsch setuju dengan Binet-Sanglé bahwa Yesus telah menderita halusinasi dan menunjuk pada "waham kebesaran yang tak terkendali yang meningkat tanpa henti dan tak terkira".[5][2]

Opini yang membela kewarasan Yesus

Opini-opini dari William Hirsch, Charles Binet-Sanglé dan tokoh lainnya yang mempertanyakan kesehatan mental Yesus ditantang balik oleh Albert Schweitzer dalam tesis doktoralnya berjudul The Psychiatric Study of Jesus: Exposition and Criticism[2][6] (Die psychiatrische Beurteilung Jesu: Darstellung und Kritik, 1913)[3][7] dan oleh teolog Amerika Walter Bundy dalam buku tahun 1922 The psychic health of Jesus.[2][8]

Kesehatan mental Yesus dibela oleh psikiatris Olivier Quentin Hyder,[9] juga oleh Pablo Martinez dan Andrew Sims [en] dalam buku Mad or God? Jesus: The healthiest mind of all (2018).[10][11]

Selain itu, para apologis Kristen, seperti Josh McDowell[12] dan Lee Strobel,[13] juga membela kewarasan Yesus.

Lihat pula

Catatan

  1. ↑ Binet-Sanglé, Charles (1908–1915). La folie de Jésus = The Madness of Jesus (dalam bahasa Prancis). Vol. 1–4. Paris: A. Maloine. LCCN 08019439. OCLC 4560820.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Format tanggal (link)
  2. 1 2 3 4 Havis, Don (April–Juni 2001). "An Inquiry into the Mental Health of Jesus: Was He Crazy?". Secular Nation. Minneapolis: Atheist Alliance Inc. ISSN 1530-308X. Diakses tanggal September 5, 2018.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 Gettis, Alan (Juni 1987). "The Jesus delusion: A theoretical and phenomenological look". Journal of Religion and Health. 26 (2). Springer: 131–136. doi:10.1007/BF01533683. ISSN 1573-6571. Diakses tanggal September 7, 2018.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "DR. WILLIAM HIRSCH; Retired Psychiatrist Had Served on Staffs of Hospitals Here". The New York Times (dalam bahasa Inggris). 1937-02-16. Diakses tanggal 2024-08-03.
  5. ↑ Hirsch, William (1912). Religion and civilization; the conclusions of a psychiatrist. New York: The Truth Seeker Company. hlm. 107. LCCN 12002696. OCLC 39864035. OL 20516240M.
  6. ↑ Schweitzer, Albert (1975). The Psychiatric Study of Jesus: Exposition and Criticism. Diterjemahkan oleh Joy, Charles R. Gloucester, Mass: Peter Smith. ISBN 0844628948.
  7. ↑ Schweitzer, Albert (1913). Die psychiatrische Beurteilung Jesu: Darstellung und Kritik (dalam bahasa Jerman). Tübingen: J.C.B. Mohr (Paul Siebeck). LCCN 13021072. OCLC 5903262.
  8. ↑ Bundy, Walter E. (1922). The Psychic Health of Jesus. New York: The Macmillan Company. LCCN 22005555. OCLC 644667928.
  9. ↑ Hyder, Olivier Quentin (1977-12-01). "On the Mental Health of Jesus Christ". Journal of Psychology and Theology. 5 (1). Biola University: 3–12. doi:10.1177/009164717700500101. ISSN 0091-6471.
  10. ↑ Pablo Martinez, Andrew Sims, Mad or God? Jesus: The healthiest mind of all InterVarsity Press, Westmont 2018 ISBN978-1-783-59606-5
  11. ↑ Sims, Andrew (2018-07-17). "Mad or God? A senior psychiatrist on the mental health of Jesus". Christian News on Christian Today. Christian Today. Diakses tanggal 2018-08-23.
  12. ↑ McDowell, Josh (1977). "Lord, Liar, or Lunatic?". More Than a Carpenter. Wheaton, Illinois: Living Books. hlm. 22-32. ISBN 978-0-8423-4552-1.
  13. ↑ Strobel, Lee (2013). "The Psychological Evidence". The Case for Christ. Grand Rapids, Michigan: Zondervan. hlm. 154–166. ISBN 978-0-3103-3930-4.

Pranala luar

Nama dan gelar
Sejarah
Kehidupan
Pengajaran
Perjanjian Baru (PB)
Budaya
Kristen
Berkaitan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan