Sabtu, 31 Oktober 2026
02:22 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Kerusuhan Afrika Selatan 2008

Kerusuhan Afrika Selatan 2008

Bagikan:
Kerusuhan Afrika Selatan 2008
Bagian dari the Sejarah Afrika Selatan
Sf-map.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Peta Afrika Selatan
Tanggal12 Mei 2008- sekarang
Lokasi
Hasil 42 tewas, beberapa terluka

Kerusuhan Afrika Selatan tanggal 12 Mei 2008 adalah kerusuhan di Afrika Selataan. Laporan pada 22 Mei 2008 menyatakan bahwa 40 orang tewas dan beberapa terluka.[1] 17.000 orang dipindahkan.[1][2]

Kerusuhan dimulai pada 12 Mei 2008 di kota Alexandra ketika penduduk lokal menyerang imigran dari Mozambik, Malawi dan Zimbabwe, menyebabkan dua orang tewas dan 40 orang terluka.[3]

Pranala luar

Referensi

  1. 1 2 "Thousands flee S Africa attacks". BBC. Diakses tanggal 2008-05-24.
  2. ↑ "South Africa: Xenophobic Rage Leaves Trail of Havoc in Gauteng". AllAfrica.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 Mei 2008. Diakses tanggal 19 Mei 2008.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "South African mob kills migrants". BBC. Diakses tanggal 2008-05-19.
Ikon rintisan

Artikel bertopik Afrika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan