Sabtu, 17 Oktober 2026
20:25 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Kerja borongan

Kerja borongan

penerapan sistem dimana para pekerja dibayar bedasarkan jumlah barang yang diproduksinya

Bagikan:
lossy-page1-250px-Making_dresses_for_Campbell_kids_dolls_in_a_dirty_tenement._The_older_boy%2C_about_12_years_old%2C_operates_the_machine..._-_NARA_-_523529.tif.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
A family in New York City making dolls' clothes by piecework in 1912

Kerja borongan adalah sebuah jenis pekerjaan di mana pekerja dibayar dengan upah borongan yang sudah pasti untuk setiap satuan yang diproduksi atau tindakan yang dilakukan,[1] tanpa memperhatikan waktu.

Konteks

Dalam membayar pekerja, majikan dapat menggunakan berbagai macam cara atau gabungan cara.[2] Beberapa yang paling sering digunakan, antara lain membayar upah berdasarkan jam (juga dikenal sebagai kerja waktuan); membayar gaji tahunan; gaji ditambah komisi (umumnya dalam pekerjaan jualan); gaji utama atau upah zaman ditambah uang rokok (umumnya dalam industri pelayanan); gaji ditambah bonus yang memungkinkan (digunakan untuk jabatan manajer atau eksekutif); gaji ditambah pilihan lainnya; dan lain-lain.[3]

Beberapa industri di mana kerja borongan umum adalah pekerjaan pertanian, pembasangan kabel, pusat panggilan, menulis, menyunting, menerjemah, menyetir truk, memasukkan data, membersihkan karpet, kerja tangan, dan kerja merakit.[4] Kerja untuk upah borongan tidak berarti bahwa majikan terkecualikan dari membayar upah minimum atau keperluan lembur yang beragam pada masing-masing negara maupun bagiannya.[5]

Rujukan

  1. ↑ "The piece work principle in agriculture". Journal of the Statistical Society of London. 28: 29–31. 1865.
  2. ↑ Bloom, Matt; Michel, John G. (2002). "The Relationships Among Organizational Context, Pay Dispersion, and Among Managerial Turnover". Academy of Management Journal. 45 (1): 33–42. doi:10.5465/3069283.
  3. ↑ "Minimum wage for different types of work". HMG :Published under Open Government licence. 2013. Diakses tanggal 8 Juni 2013.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |publisher=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Gittleman, Maury; Pierce, Brooks (2015). "Pay for Performance and Compensation Inequality: Evidence from the ECEC". ILR Review. 68 (1): 28–52. doi:10.1177/0019793914556241.
  5. ↑ "Piece Rate Pay System law & Legal Definition" http://definitions.uslegal.com/p/piece-rate-pay-system//
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan