Rabu, 04 November 2026
00:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Kepulauan Tikus

Kepulauan Tikus

kelompok pulau di Aleutians West Census Area, Alaska, Amerika Serikat

Bagikan:
Rat_Islands_II.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Peta Kepulauan Tikus yang menunjukkan lokasi pulau-pulau besar.

Kepulauan Tikus (Aleut:Qax̂um tanangis[1]) adalah kepulauan vulkanik di Kepulauan Aleut di Alaska barat daya. Kepulauan ini terletak di antara Pulau Buldir dengan Pulau Near di barat dan Selat Amchitka dengan Kepulauan Andreanof di timur.

Dari barat ke timur, pulau-pulau besar di kepulauan ini adalah Kiska, Kiska Kecil, Segula, Hawadax atau Kryssei, Khvostof, Davidof, Sitkin Kecil, Amchitka, dan Semisopochnoi. Luas daratan di Kepulauan Tikus secara keseluruhan adalah 934.594 km2. Tidak ada satu pun pulau di kepulauan ini yang dihuni oleh manusia.

Nama "Kepulauan Tikus" merupakan terjemahan bahasa Indonesia dari nama yang diberikan oleh Kapten Fyodor Petrovich Litke pada tahun 1827 saat ia mengunjungi Kepulauan Aleut. Alasannya adalah karena tikus telah menguasai Pulau Tikus (Hawadax) semenjak tahun 1780.[2] Pada tahun 2009, tikus telah berhasil dimusnahkan dari Pulau Hawadax.[3]

Kepulauan Tikus sangan rentan diguncang gempa bumi karena terletak di batas lempeng tektonik Pasifik dan Amerika Utara. Pada tahun 1965, terjadi gempa bumi besar dengan skala 8,7 di kepulauan ini.

Catatan kaki

  1. ↑ Bergsland, K. (1994). Aleut Dictionary. Fairbanks: Alaska Native Language Center.
  2. ↑ http://www.loe.org/shows/segments.htm?programID=09-P13-00029&segmentID=5
  3. ↑ "Alaska's Rat Island rat-free after 229 years". Reuters. 12 Juni 2009. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-24. Diakses tanggal 2017-09-16.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan lanjut


Ikon rintisan

Artikel bertopik geografi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan