Kamis, 24 September 2026
01:33 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Kepulauan Chagos

Kepulauan Chagos

kepulauan di Samudra Hindia

Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (November 2023)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
  • Lihat versi terjemahan mesin dari artikel bahasa Inggris.
  • Terjemahan mesin Google adalah titik awal yang berguna untuk terjemahan, tapi penerjemah harus merevisi kesalahan yang diperlukan dan meyakinkan bahwa hasil terjemahan tersebut akurat, bukan hanya salin-tempel teks hasil terjemahan mesin ke dalam Wikipedia bahasa Indonesia.
  • Jangan menerjemahkan teks yang berkualitas rendah atau tidak dapat diandalkan. Jika memungkinkan, pastikan kebenaran teks dengan referensi yang diberikan dalam artikel bahasa asing.
  • Setelah menerjemahkan, {{Translated|en|Chagos Archipelago}} harus ditambahkan di halaman pembicaraan untuk memastikan kesesuaian hak cipta.
  • Untuk panduan lebih lanjut, lihat Wikipedia:Panduan dalam menerjemahkan artikel.
250px-Chagos_map.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Kepulauan Chagos

Kepulauan Chagos adalah tujuh atoll yang terdiri dari lebih dari 60 pulau tropis di Samudra Hindia yang terletak sekitar 500 kilometer di sebelah selatan Maladewa. Gugusan kepulauan ini merupakan kepulauan paling selatan di Bubungan Chagos-Lakadewa yang merupakan pegunungan bawah laut terpanjang di Samudra Hindia.[1]

Secara resmi kepulauan ini merupakan bagian dari Teritori Samudra Hindia Britania. Kepulauan ini pernah menjadi tempat tinggal orang Chagos yang menuturkan bahasa Kreol Chagos. Mereka merupakan keturunan budak yang dibawa ke kepulauan tersebut oleh Prancis, tetapi mereka dipaksa pindah oleh pemerintah Britania Raya dari tahun 1967 hingga 1973 agar Amerika Serikat dapat mendirikan pangkalan militer di Diego Garcia, pulau terbesar di Kepulauan Chagos. Semenjak tahun 1971, hanya atoll Diego Garcia yang dihuni oleh manusia, dan para penghuninya hanyalah personil militer dan petugas yang berwenang.

Kedaulatan Kepulauan Chagos dipersengketakan oleh Britania Raya dan Mauritius. Britania Raya memisahkan kepulauan ini dari Mauritius tiga tahun sebelum kemerdekaan negara tersebut.[2][3] Pada 2025, Perdana Menteri Britania Raya Sir Keir Starmer menandatangani sebuah perjanjian dengan Mauritius yang memberikan kedaulatan Mauritius atas kepulauan tersebut.

Catatan kaki

  1. World Wildlife Fund (2001). "Maldives-Lakshadweep-Chagos Archipelago tropical moist forests". WildWorld Ecoregion Profile. National Geographic Society. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-03-08.
  2. "Time for UK to Leave Chagos Archipelago". Real clear world. Diakses tanggal 12 Juli 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Nichols, Michelle (22 Juni 2017). "U.N. asks international court to advise on Chagos; Britain opposed". Reuters. Diakses tanggal 23 Juni 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Chagos Archipelago.


Ikon rintisan

Artikel bertopik geografi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan