Minggu, 04 Oktober 2026
20:29 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya

Kepler-145b

Bagikan:

Kepler-145b adalah sebuah exoplanet yang terdeteksi oleh Teleskop Ruang Angkasa Kepler. Exoplanet ini merupakan tipe "Jupiter Panas", yaitu planet raksasa gas yang mirip dengan Jupiter tetapi mengorbit sangat dekat dengan bintangnya. Kepler-145b ditemukan dalam misi pencarian planet yang dilakukan oleh Kepler, yang bertujuan untuk menemukan planet-planet seperti Bumi di luar Tata Surya.

Karakteristik

Kepler-145b memiliki ukuran dan massa yang mirip dengan Jupiter, namun karena posisinya yang sangat dekat dengan bintang induknya, suhu permukaannya sangat tinggi. Ini menyebabkan planet ini memiliki kondisi yang sangat ekstrem dibandingkan dengan planet-planet yang lebih jauh dari bintang. Meskipun detail rinci tentang ukuran, massa, dan parameter orbit Kepler-145b mungkin tidak selengkap beberapa exoplanet lain, planet ini termasuk dalam kategori yang sama dengan banyak exoplanet lain yang ditemukan oleh Kepler.

Penemuan

Kepler-145b ditemukan melalui metode transit, di mana penurunan cahaya bintang yang terdeteksi menunjukkan adanya sebuah planet yang melintas di depan bintangnya dari sudut pandang pengamat di Bumi. Metode ini adalah salah satu teknik utama yang digunakan oleh Teleskop Kepler untuk mendeteksi dan mengidentifikasi exoplanet.

Konteks Penelitian

Kepler-145b, seperti banyak exoplanet lain yang ditemukan oleh Kepler, memberikan wawasan berharga tentang keberagaman planet di luar Tata Surya dan kondisi yang dapat terjadi pada planet-planet yang mengorbit sangat dekat dengan bintarnya. Studi tentang exoplanet seperti Kepler-145b membantu ilmuwan memahami lebih lanjut tentang pembentukan planet dan kondisi atmosfer di luar sistem planet kita.

Referensi

Artikel terkait

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan