Senin, 02 November 2026
11:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Kenyapotamus

Kenyapotamus

Bagikan:
Kenyapotamus
Rentang waktu: Miosen Tengah sampai Miosen Akhir
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Famili: Hippopotamidae
Subfamili: †Kenyapotaminae
Genus: †Kenyapotamus
Pickford, 1983[1]
Spesies

K. coryndoni and
K. ternani

Artikel takson sembarang
250px-Hippo_pod_edit.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sekelompok kuda nil (Hippopotamus amphibius) di Lembah Luangwa, Zambia.

Kenyapotamus adalah sebuah genus hippopotamid punah dan mungkin leluhur kuda nil yang masih hidup yang hidup dari sekitar 16 juta sampai 8 juta tahun lalu pada zaman Miosen. Namanya menunjukkan bahwa fosil-fosilnya mula-mula ditemukan di Kenya modern.

Meskipun sedikit yang diketahui tentang Kenyapotamus, susunan giginya memiliki kemiripan dengan genus Xenohyus.

Referensi

  1. ↑ Pickford, Martin (1983). "On the origins of Hippopotamidae together with descriptions of two new species, a new genus and a new subfamily from the Miocene of Kenya". Geobios. 16 (2). Lyon: 193–217. Bibcode:1983Geobi..16..193P. doi:10.1016/S0016-6995(83)80019-9.


Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan