Senin, 21 September 2026
08:09 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Kemari

Kemari

Permainan bola Jepang, non-kompetitif

Untuk wilayah di Karachi, lihat Distrik Keamari.
250px-Kemari_Matsuri_at_Tanzan_Shrine_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Permainan Kemari di Kuil Tanzan
250px-Fujiwara_Narimichi.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cetak blok yang menggambarkan pakar Kemari Fujiwara no Narimichi (1097–1162) dan tiga monyet, dewa penjaga permainan tersebut
250px-%E5%BB%BA%E6%98%A5%E9%96%80_-_%E4%BA%AC%E9%83%BD%E5%BE%A1%E6%89%80_-_panoramio.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lapangan Kemari di Istana Kekaisaran Kyoto

Kemari (蹴鞠) adalah sebuah permainan atletik yang populer di Jepang pada zaman Heian. Permainan tersebut mirip dengan permainan sepak bola atau hacky sack. Kemari telah dibangkitkan pada zaman modern.

Sejarah

Bukti awal Kemari berasal dari tahun 644 Masehi.[1] Aturan permainannya distandardisasikan dari abad ke-13.[1] Permainan tersebut dipengaruhi oleh olahraga Tiongkok Cuju (bentuk paling awal dari sepak bola).[2] Karakter kanji untuk Kemari sama dengan Cuju dalam bahasa Tionghoa. Olahraga tersebut diperkenalkan ke Jepang pada sekitar tahun 600, pada zaman Asuka. Pada saat ini, permainan tersebut dimainkan di kuil-kuil Shinto untuk perayaan-perayaan.[2] George H. W. Bush memainkan permainan tersebut pada salah satu kunjungan presidensialnya ke Jepang.[3][4]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Allen Guttmann, Lee Austin Thompson (2001). Japanese sports: a history. University of Hawaii Press. hlm. 26–27. ISBN 9780824824648. Diakses tanggal 2010-07-08.
  2. 1 2 Witzig, Richard (2006). The Global Art of Soccer. CusiBoy Publishing. hlm. 5. ISBN 9780977668809. Diakses tanggal 2010-07-08.
  3. Wines, Michael (1992-01-07). "On Japan Leg of Journey, Bush's Stakes Are High". The New York Times.
  4. Wines, Michael (1992-01-08). "Japanese Visit, on the Surface: Jovial Bush, Friendly Crowds". The New York Times.

Pranala luar

Media terkait Kemari di Wikimedia Commons

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan