Kamis, 15 Oktober 2026
17:32 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Kelupis

Kelupis

makanan tradisional khas Brunei dan Malaysia Timur

Bagikan:
Kelupis
250px-Kelupis.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kelupis yang dibungkus dengan daun licuala grandis.
JenisMakanan ringan (Kuih)
Tempat asal Brunei,  Malaysia
Daerah Sabah,  Sarawak,  Brunei
Dibuat olehMelayu Brunei , Lun Bawang/Lundayeh, Bisaya dan Bajau[1]
Bahan utamaTepung ketan, gula jawa

Kelupis (yang secara harfiah diterjemahkan sebagai "glutinous rice rolls" dalam Bahasa Inggris)[2] adalah kuih tradisional untuk Lun Bawang, orang Melayu Brunei di negara Brunei[3] dan di negara bagian Sabah dan Sarawak di Malaysia.[4][5] Hidangan ini juga merupakan makanan ringan tradisional untuk orang Bisaya, sementara untuk orang Lun Bawang/Lundayeh, penganan ini dibuat dalam jumlah besar terutama pada saat upacara pernikahan adat.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 "Rice in Many Forms (Kelupis)". New Sabah Times. hlm. 6. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Mei 2015. Diakses tanggal 12 Oktober 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Tamara Thiessen (2012). Borneo: Sabah - Brunei - Sarawak. Bradt Travel Guides. hlm. 145–. ISBN 978-1-84162-390-0. Diakses tanggal 17 Agustus 2013.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Abd. Latip Talib (2006). Beraraklah awan pilu (dalam bahasa Melayu). Utusan Publications. hlm. 127–. ISBN 978-967-61-1899-8. Diakses tanggal 17 Agustus 2013.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Kebudayaan (Brunei)" (dalam bahasa Melayu). Papar District Office. Diarsipkan dari asli tanggal 26 Oktober 2004. Diakses tanggal 17 Agustus 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "An encounter with 'Kuih Kelupis'". Borneo Post Online. 13 Maret 2011. Diakses tanggal 17 Agustus 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan