Sabtu, 17 Oktober 2026
12:13 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Kelompok sebaya

Kelompok sebaya

Jenjang Pendidikan di Indonesia

Bagikan:
250px-Children_marbles.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Teman sebaya anak usia dini terlibat dalam permainan paralel

Dalam sosiologi, kelompok sejawat atau kelompok sebaya adalah kelompok sosial dan kelompok utama orang-orang yang memiliki kesamaan minat (homofili), usia, latar belakang, atau status sosial. Anggota kelompok ini cenderung memengaruhi keyakinan dan perilaku seseorang.

Selama masa remaja, kelompok sebaya cenderung menghadapi perubahan dramatis. Remaja cenderung menghabiskan lebih banyak waktu dengan teman sebayanya dan kurang memiliki pengawasan orang dewasa. Pergeseran komunikasi remaja selama ini juga. Mereka lebih suka berbicara tentang sekolah dan karier mereka dengan orang tua mereka, dan mereka senang berbicara tentang seks dan hubungan interpersonal lainnya dengan teman sebayanya. [1] Anak-anak terlihat bergabung dengan kelompok sebaya yang menerima mereka, meskipun kelompok tersebut terlibat dalam kegiatan negatif. Anak-anak cenderung tidak menerima mereka yang berbeda dari mereka. [1]

Lingkaran sosial (cirque) adalah kelompok kecil yang biasanya ditentukan oleh kepentingan bersama atau persahabatan. Lingkaran sosial biasanya memiliki 2–12 anggota dan cenderung dibentuk berdasarkan usia, jenis kelamin, ras, dan kelas sosial. Anggota lingkaran sosial biasanya sama dalam hal akademik dan perilaku berisiko. [1] Lingkaran sosial dapat berfungsi sebagai agen sosialisasi dan kontrol sosial.[2] Menjadi bagian dari sebuah lingkaran sosial dapat menguntungkan karena memberikan rasa otonomi, lingkungan sosial yang aman, dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Perkumpulan (crowds) adalah lingkaran sosial lebih besar, kelompok yang lebih samar yang mungkin tidak memiliki basis pertemanan.[3] Perkumpulan berfungsi sebagai kelompok teman sebaya, dan mereka semakin penting selama masa remaja awal, dan menurun pada masa remaja akhir. [1] Tingkat keterlibatan dalam lembaga orang dewasa dan budaya teman sebaya menggambarkan perkumpulan.

Referensi

  1. 1 2 3 4 Steinberg, Laurence (2010). Adolescence. New York: McGraw Hill. hlm. 1–434. ISBN 978-0-07-353203-5.
  2. ↑ Adler, Patricia A.; Adler, Peter (September 1995). "Dynamics of Inclusion and Exclusion in Preadolescent Cliques". Social Psychology Quarterly. 58: 145–162. doi:10.2307/2787039. JSTOR 2787039.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Brown, B. B. (1990). "Peer groups and peer cultures" (PDF). Dalam Feldman, S. S.; Elliott, G. R. (ed.). At the threshold: The developing adolescent. Cambridge, MA, US: Harvard University Press. hlm. 171–196.


Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan