Senin, 02 November 2026
00:31 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Keju Appenzeller

Keju Appenzeller

salah satu hidangan dari susu

Bagikan:
Appenzell / Appenzeller
250px-Appenzeller_%28cheese%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Negara asalSwiss
WilayahAppenzell, St. Gallen, Thurgau
Sumber susuSapi
DipasteurisasiTidak
TeksturKeras
Kadar lemak48%
Waktu pematanganMinimal 3 bulan
SertifikasiTidak[1]

Appenzeller atau Appenzell adalah keju yang berasal dari daerah Appenzell di Swiss dan dibuat dengan menggunakan susu sapi mentah.[1] Walaupun berasal dari Appenzel, keju ini telah diproduksi juga di daerah St. Gallen dan Thurgau.[1] Susu yang digunakan untuk membuat keju ini berasal dari sapi yang diberi makan jerami.[1] Keju ini memiliki bentuk yang bundar dan berwarna kuning.[1][2] Keju Appenzeller memiliki tektur yang padat dan cukup keras.[2] Di bagian dalam dari keju ini terdapat lubang-lubang kecil yang berukuran tidak lebih dari kacang tanah.[2] Bagian kulit dari keju ini berwarna antara kuning pucat hingga oranye.[2] Warna tersebut didapat karena keju ini direndam dalam ramuan bumbu, anggur putih dan garam.[2] Keju Appenzeller melalui proses pematangan selama minimal tiga hingga empat bulan.[1][2]

Lihat pula

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 (Inggris) Iburg, Anne (2004). Dumont's Lexicon of Cheese. Rebo International b.v., Lisse, The Netherlands. ISBN 978-90-366-1689-8.
  2. 1 2 3 4 5 6 (Inggris) Harbutt, Juliet (2006). The World Encyclopedia of Cheese. Anness Publishing Ltd. ISBN 978-1-84309-960-4. Page 102.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Appenzeller (cheese).


Ikon rintisan

Artikel bertopik keju ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan