Rabu, 30 September 2026
08:50 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Kejelekan

Kejelekan

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai keburukan.
250px-Quentin_Matsys_-_A_Grotesque_old_woman.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
The Ugly Duchess (lukisan karya Quentin Matsys, sekitar tahun 1513)

Buruk rupa atau kejelekan adalah sejauh mana ciri-ciri fisik seseorang dianggap tidak menyenangkan secara estetika.

Terminologi

Kejelekan merupakan sifat dari seseorang atau sesuatu yang menimbulkan rasa tidak enak dipandang dan menghasilkan penilaian yang sangat negatif. Inti dari kejelekan adalah ketidakmenarikan secara estetika—tidak sedap dipandang, menjijikkan, atau bahkan menyinggung perasaan.[1] Banyak istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak menarik secara visual atau tidak diinginkan secara estetis, termasuk hideousness dan unsightliness; sementara istilah yang lebih informal antara lain turn-offs.[butuh rujukan]

Sejarah

Jean-Paul Sartre memiliki strabismus serta wajah yang bengkak dan asimetris. Ia mengaitkan banyak gagasan filosofisnya dengan pergulatannya sepanjang hidup untuk menerima apa yang ia sebut sebagai kejelekannya sendiri.[2] Socrates juga memanfaatkan kejelekannya sebagai titik tolak pemikiran filosofis, dengan menyimpulkan bahwa filsafat dapat menyelamatkan seseorang dari kejelekan lahiriahnya.[2]

Tokoh lain yang terkenal karena penampilan fisiknya yang dianggap jelek pada zamannya adalah Abraham Lincoln.[3] Seorang sezamannya menulis, “mengatakan bahwa ia jelek saja belum cukup; menambahkan bahwa sosoknya grotesk pun belum dapat memberikan gambaran yang memadai.” Namun, penampilannya justru menjadi aset dalam hubungan pribadi maupun politiknya. Rekan seprofesinya, William Herndon, menulis: “Ia bukan pria yang tampan, tetapi juga bukan benar-benar jelek; ia hanyalah sosok yang sederhana, tak peduli pada penampilan, bersahaja dalam tindakan. Ia tidak punya kemegahan atau formalitas; penampilannya tampak polos dan apa adanya. Ia tampak murung—kesedihan menetes dari dirinya saat ia berjalan. Kesuraman yang tampak itu justru menyentuh hati orang-orang di sekitarnya dan menumbuhkan simpati kepadanya—salah satu kunci keberhasilannya yang besar.”[4]

Persoalan mengenai kejelekan juga memiliki sejarah panjang dalam teologi dan pemikiran Kristen, di mana ia sering dikaitkan dengan stereotip yang berbahaya dan eksklusi terhadap “yang berbeda.”[5]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Perpinyà, Núria (2014). Ruins, Nostalgia and Ugliness. Five Romantic perceptions of Middle Ages and a spoon of Game of Thrones and Avant-garde oddity. Berlin: Logos Verlag. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-03-13. Diakses tanggal 2017-03-27.
  2. 1 2 Martin, Andy (Agustus 10, 2010). "The Phenomenology of Ugly". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 15, 2010. Diakses tanggal Agustus 24, 2010.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "David S. Reynold's Book 'Abe' Reveals New Information About Lincoln". NPR.org. 29 September 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 September 2020. Diakses tanggal 29 September 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Carpenter, F. B. (1866). Six Months at the White House with Abraham Lincoln. New York: Hurd and Houghton. ISBN 1-58218-120-9.{{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggal
  5. ↑ Cielontko, D. and Zámečník J. (2023). When you do not fit in: Ugliness as a Theological Problem. AUC Theologica, Vol. 12, No. 2, 2022, hlm. 9–26.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan