Kamis, 29 Oktober 2026
16:27 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Kedespotan Dobruja

Kedespotan Dobruja

Bagikan:
250px-DobrXIV.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wilayah Kedespotan Dobruja pada puncak kejayaannya di bawah kekuasaan Dobrotitsa.

Kepangeranan Karvuna atau Kedespotan Dobruja (bahasa Bulgaria:Добруджанско деспотство or Карвунско деспотство; bahasa Rumania:Despotatul Dobrogei or Țara Cărvunei) adalah sebuah negara semi-independen yang berdiri di wilayah Dobruja pada abad ke-14. Nama kepangeranan ini berasal dari benteng Karvuna (kini Kavarna) yang terletak di antara Varna dan Tanjung Kaliakra.

Sejarah

Kepangeranan ini memisahkan diri dari Kekaisaran Bulgaria Kedua sekitar tahun 1340 dibawah kepemimpinan Balik (anggota Dinasti Terter yang berlatar belakang Bulgaria-Cuman menurut beberapa penulis[1]). Pada masa kekuasaan anak laki-laki Balik, Dobrotitsa (1347–1386; berkuasa dengan gelar "despot" setelah tahun 1357), kepangeranan ini mencapai puncak kejayaannya. Dobrotitsa juga memindahkan ibu kota ke Kaliakra. Pada tahun 1386, Dobrotitsa meninggal dunia dan digantikan oleh Ivanko. Ivanko berdamai dengan Sultan Utsmaniyah Murad I dan memindahkan ibu kota ke Varna. Namun, Varna jatuh ke tangan Utsmaniyah pada tahun 1389. Sebagian besar wilayah Dobruja kemudian jatuh ke tangan Mircea cel Bătrân dari Wallachia.

Catatan kaki

  1. ↑ Г. Бакалов, История на българите, Том 1, 2003, с. 457


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan