Sabtu, 07 November 2026
18:45 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Orang Kuman

Orang Kuman

orang Turkik nomaden

Bagikan:
250px-Asia_1200ad.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta yang menunjukkan migrasi suku Kuman pada abad ke-12.

Suku Kuman (bahasa Yunani Pertengahan:Κο(υ)μάνοι, translit. Ko(u)manoi;[1] bahasa Hungaria:kun / plural kunok;[2] Turkik: kuman / plural kumanlar)[3] adalah bangsa Turkik nomaden yang pada pertengahan abad ke-10 bermigrasi dari Mongolia ke arah barat. Berkebalikan dengan bangsa Turki Oğuz (Turkmen/Oğuz), suku Kuman berjalan menuju utara Laut Kaspia lalu ke barat. Keturunan cabang suku Kipchak ini dapat ditemukan di Krim, Turki, Bulgaria, Rumania, Moldavia dan Hungaria. Mereka menuturkan bahasa Kipchak Kuman, yang berhubungan dekat dengan bahasa Kipchak.

Bangsa ini amat istimewa karena mereka amat sedikit mewarisi ciri-ciri wajah khas Mongolia. Sumber-sumber Rusia menyebutkan tentang bangsa Turkik yang memiliki ciri-ciri khusus: rambut pirang (hitam) dan mata biru, tak seperti bangsa Turkik lainnya. Dalam dialek Turki Kipchak, kata Kuman berarti 'pucat'.

Referensi

  1. ↑ Oxford Dictionary of Byzantium, p. 563
  2. ↑ Encyclopædia Britannica Online - Cuman
  3. ↑ Loewenthal, Rudolf (1957). The Turkic Languages and Literatures of Central Asia: A Bibliography. Mouton. Diakses tanggal 2008-03-23.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik kelompok etnik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan