Jumat, 23 Oktober 2026
05:45 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Kavaleri berat

Kavaleri berat

Bagikan:
250px-Ottoman_Mamluk_horseman_circa_1550.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kavaleri berat Mamluk Ustmaniyah, sekitar 1550.

Kavaleri berat adalah jenis kavaleri[1] yang peran utamanya adalah untuk terlibat dalam pertempuran langsung dengan pasukan musuh (pasukan kejut). Meskipun perlengkapan mereka sangat bervariasi tergantung pada daerah dan periode sejarah, tetapi mereka semua pada umumnya menunggang kuda yang kuat, dan sering dilengkapi dengan beberapa bentuk baju zirah sisik, zirah lempeng, zirah cincin atau zirah lamela. Selain itu mereka juga membawa senjata semacam pedang, gada, tombak, atau kapak perang.

Catatan kaki

  1. ↑ Lynn hlm. 490

Referensi

  • Weigand, Rudolf Kilian, Halbritter und Schildknechte. Zur Kategorisierung und Illustrierung sozialer Randgruppen im ›Renner‹ Hugos von Trimberg. In: Die Präsenz des Mittelalters in seinen Handschriften. Ergebnisse der Berliner Tagung in der Staatsbibliothek zu Berlin - Preußischer Kulturbesitz, 06. - 08. April 2000, edited by H.-J. Schiewer and K. Stackmann, Tübingen 2002
  • Lynn, John Albert, Giant of the Grand Siècle: The French Army, 1610-1715, Cambridge University Press, 1997
  • Roemer, Jean, Cavalry: Its History, Management, and Uses in War, D. Van Nostrand, New York, 1863

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan