Minggu, 27 September 2026
11:35 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Kavaleri Numidia

Kavaleri Numidia

250px-Numidian_cavalry.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penunggang kuda Numidia

Kavaleri Numidia adalah jenis kavaleri ringan yang dikembangkan oleh orang Numidia. Sejarawan Romawi Livius menyebut mereka sebagai "penunggang berkuda terbaik di Afrika sejauh ini" setelah mereka digunakan oleh Hannibal sebagai bagian dari pasukannya pada Perang Punik Kedua.[1]

Sejarah

Kavaleri Numidia pertama kali disebutkan oleh Polibios sebagai bagian dari pasukan Kartago pada saat Perang Punik Pertama.[2]

Kuda-kuda yang digunakan oleh kavaleri Numidia merupakan leluhur dari kuda Berber dan lebih kecil jika dibandingkan dengan kuda-kuda lain di zaman itu, sehingga dapat disesuaikan untuk bergerak lebih cepat dalam jarak jauh.[3] Orang-orang Numidia menunggangi kuda mereka tanpa adanya pelana maupun tali kekang dan mengendalikan tunggangan mereka hanya dengan tali biasa yang dililitkan di leher kuda dan tongkat berkuda kecil. Mereka tidak menggenakan perlindungan tubuh apapun kecuali perisai kulit bundar atau kulit macan tutul. Senjata utama mereka adalah lembing dengan tambahan sebuah pedang kecil.[4]

Karena ketangkasan dan kemahiran orang-orang Numidia dalam berkuda, serta tanpa adanya zirah ataupun senjata berat, mereka paling cocok dalam mengganggu pergerakan musuh, dengan menyerbu dalam formasi longgar dan melemparkan lembing mereka sebelum berputar balik untuk melarikan diri dari serangan balasan musuh. Walaupun jarang dalam menentukan akhir pertempuran, taktik mengganggu tersebut bisa sangat membuat frustrasi musuh yang tidak banyak bergerak, seperti yang dialami oleh tentara yang dipimpin Yulius Kaisar pada saat invasinya di Afrika.

Orang-orang Numidia sangatlah berguna dalam perang kecil-kecilan dan keberadaan mereka memberikan kontribusi besar dalam efektifnya pengintaian dan intelijen yang dimiliki Hannibal. Invasi Hannibal ke Roma pada Perang Punik Kedua dikenal karena selain jarangnya dia menurunkan gajah perang yang bergerak lambat, tetapi juga seringnya dia mengandalkan kavaleri Numidia ketika membutuhkan pergerakan yang lebih cepat, seperti memancing pasukan Romawi menuju jebakan pada Pertempuran Trebia[5] dan bertempur di sisi kanan barisan pasukannya.

Kavaleri Numidia sangatlah dikenal dan tidak hanya bertempur untuk pasukan Kartago, namun juga untuk pasukan lainnya saat itu. Lagi-lagi pada Perang Punik Kedua, Romawi bersekutu dengan raja Numidia bernama Masinissa yang memimpin 6000 tentara berkuda dalam menghadapi pasukan berkuda milik Hannibal pada Pertempuran Zama,[6] di mana kavaleri Numidia dapat membalikkan keadaan.[7]

Berabad-abad setelahnya, Pasukan Romawi menurunkan kavaleri ringan Numidia di unit yang terpisah (equites Numidarum atau Maurorum).

Kavaleri Numidia juga digunakan pada Perang Saudara Caesar di pihak Pompeius dan diturunkan pada Pertempuran Utica.

Referensi

  1. ↑ Livius, Ab Urbe Condita 29.35.8.
  2. ↑ Horsted, William (2021). The Numidians 300 BC–AD 300. Bloomsbury Publishing. hlm. 3–10. ISBN 9781472842176.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Epona Diarsipkan 2008-03-18 di Wayback Machine.
  4. ↑ "RedRampant.com". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-02-24. Diakses tanggal 2023-03-02.
  5. ↑ Invasion of Italy
  6. ↑ Sidnell, Philip. Warhorse: Cavalry in the Ancient World, hlm.194.
  7. ↑ Fuller, J.F.C., Julius Caesar: Man, Soldier, and Tyrant. hlm. 28. ISBN0-306-80422-0
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan