
Kateku adalah ekstrak pohon akasia yang digunakan sebagai berbagai macam bahan tambahan pangan, astringen, tanin, dan bahan pewarna. Ekstrak ini diperoleh dari beberapa spesies akasia, tetapi terutama Senegalia catechu (sebelumnya disebut Acacia catechu), dengan merebus kayu dalam air dan menguapkan hasil rebusannya.[1] Nama Melayunya yakni kachu, adalah dasar dari nama Latin[2] catechu yang dipilih sebagai nama taksonomi Linnaeus dari spesies tumbuhan yang menghasilkan ekstrak tersebut.
Kegunaan
Sebagai zat astringen, kateku telah digunakan sejak zaman kuno dalam pengobatan ayurweda serta dalam campuran rempah-rempah penyegar napas—misalnya di Prancis dan Italia, kateku digunakan dalam beberapa pastil akar manis. Kateku juga merupakan bahan penting dalam campuran "paan" masakan Asia Selatan, seperti paan masala dan gutka siap pakai.
Campuran kateku kaya akan tanin nabati alami (yang menyebabkan efek astringennya), dan dapat digunakan untuk penyamakan kulit hewan. Penelitian awal oleh Humphry Davy pada awal abad ke-19 pertama kali menunjukkan penggunaan kateku dalam penyamakan dibandingkan ekstrak kayu ek yang lebih mahal dan tradisional.
Dengan nama cutch, pewarna cokelat ini digunakan untuk penyamakan dan pewarnaan serta untuk mengawetkan jaring ikan dan layar. cutch akan mewarnai wol, sutra, dan kapas menjadi cokelat kekuningan. Cutch menghasilkan warna cokelat keabu-abuan dengan mordan besi dan cokelat zaitun dengan mordan tembaga.[3]
Kateku hitam baru-baru ini juga digunakan oleh Blavod Drinks Ltd. untuk mewarnai vodka mereka menjadi hitam.[4]
Kateku putih, juga dikenal sebagai gambier, gambeer, atau "gambir", yang diekstrak dari Uncaria gambir[5] memiliki kegunaan yang sama. Sedangkan kateku palem diekstrak dari biji pinang.[6]
Senyawa Turunan
Ekstrak kateku memberikan namanya kepada keluarga senyawa kimia katekin dan katekol yang pertama kali diturunkan darinya. Nama historisnya adalah "Tanah Jepang" atau "Kotoran Jepang", yang mempengaruhi penamaan "asam japanat".
Lihat juga
Referensi
- ↑ Cutch and catechu plant origin Diarsipkan 2019-02-10 di Wayback Machine. from the Food and Agriculture Department of the United Nations. Document repository accessed November 5, 2011
- ↑ Derivation of word from Malay
- ↑ Goodwin, Jill (1982). A Dyer's Manual. London: Pelham Books Ltd. hlm. 60. ISBN 978-0-7207-1327-5.
- ↑ Valli Herman (29 Oktober 2003). "They drink this stuff?". LA Times. Diakses tanggal 11 Maret 2019.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) See this reference for the use of the dye in vodka - ↑ Tanning, Dye & Processing Materials
- ↑ Buchheister G.A.: Handbuch der Drogisten-Praxis. Zweite Auflage, Springer, 1891, p. 322, Kateku di Internet Archive.