Selasa, 20 Oktober 2026
13:16 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Katedral Malang

Katedral Malang

gereja di Indonesia

Bagikan:
Katedral Malang
Gereja Katedral Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel, Malang
250px-Katedral_Ijen_Malang.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gereja Katedral Malang
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Katedral_Malang&revid=29975595&groups=_396358ae207ece02fc62d11e8446a7fb63790f49&parser=parsoid
Informasi umum
LokasiKota Malang, Jawa Timur
NegaraIndonesia
DenominasiGereja Katolik Roma
Situs webparokiijenmalang.my.id
Arsitektur
Status fungsionalAktif
Tipe arsitekturGereja
Administrasi
KeuskupanMalang
Klerus
UskupHenricus Pidyarto Gunawan, O. Carm.
Imam kepalaR.D. Petrus Prihatin
Imam rekanR.P. Ignatius Joko Purnomo, O. Carm.

Katedral Malang yang bernama resmi Katedral Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel adalah sebuah gereja katedral Katolik di Malang, Jawa Timur, Indonesia dan tahta Uskup dari Keuskupan Malang.[1]

Katedral tersebut dibangun setelah peletakan batu pertama 11 Februari 1934. Tidak seperti kebanyakan gereja katolik yang bergaya arsitektur Gotik atau Klasik, katedral ini dibangun dengan gaya Art Deco. Rancangan bangunan dibuat oleh arsitek L. Estourgie, konstruksi oleh NV Bouwundig Bureau Sitzen en Louzada. Pelaksanaan pembangunan berlangsung 8 bulan dan diselesaikan pada 28 Oktober 1934.

Bangunan katedral ini merupakan sebuah contoh dari warisan arsitektural kolonial Belanda di kota Malang. Katedral Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel tersebut aslinya dipersembahkan kepada Santa Teresia, tetapi berganti nama pada 1961.[2] Pergantian nama bersamaan dengan peningkatan status Indonesia yang semula merupakan "tanah misi" pewartaan iman bagi Vatikan, menjadi suatu hierarki Gereja Katolik Indonesia yang mandiri. Dengan peningkatan status itu Vicariate Apostolic Malang berubah menjadi Dioses atau Keuskupan Malang yang mempunyai Katedral sendiri dengan nama baru.

Sejarah

Menurut surat Keputusan Penetapan Gereja Ijen sebagai Cagar Budaya oleh Pemkot Malang, Gereja Katedral ljen dirancang oleh R. Rijksen dan Henri Louis Joseph Marie Estourgie, dua arsitek Belanda yang pernah bekerja sama pada Biro Arsitek Eduard Cuypers.[3]

Pada tanggal 28 Oktober 1934, Gereja Katedral Malang diberkati dan diresmikan dengan nama Gereja Katedral Santa Theresia, pada saat Gereja Katedral ini di resmikan, Mgr. Clemens van der Pas, O.Carm. yang mempunyai prakarsa, sudah meninggal dunia dan tugas keuskupannya dilanjutkan oleh Romo Linus Hecnken, O.Carm. Semenjak Gereja Katedral diresmikan itulah lahir pula Paroki Katedral dengan Romo Paroki yang pertama adalah Romo Dominicus Blommesath, O.Carm. dibantu oleh Romo J. Ardits, O.Carm. Seperti kita ketahui, saat itu adalah zaman penjajahan Belanda, kemudian disusul dengan penjajahan Jepang dari tahun 1942 hingga 1945, barulah Indonesia merdeka lepas dari belenggu penjajahan.[4]

Benih-benih iman Katolik ditaburkan oleh missioner dengan mendirikan Gereja pertama di Kota Malang pada tahun 1905, yaitu Gereja Hati Kudus Yesus di Kayutangan. Umat mayoritas adalah personil Belanda dan misa pun dalam bahasa Belanda. Seiring dengan pertumbuhan benih iman dikalangan pribumi, maka dibangun khusus Gereja Jawa yang terletak di Jalan Semeru yang kini dipakai sebagai Gereja Kristen Kalam Kudus. Pada waktu peresmian Gereja Jawa itulah Mgr. Clemens van der Pas mengungkapkan keinginannya membangun Gereja Katedral di Jalan Ijen di area yang dahulu dikenal dengan Buring Plein (Taman Buring).[4]

Pada waktu peresmian pada tahun 1934 itu peran awam masih belum terbuka seperti sekarang dan baru terasa partisipasinya sejak adanya Konsili Vatikan II pada tahun 1961. Meskipun demikian beberapa tokoh perintis awam telah dengan setia membantu Romo menebar iman dengan segala suka duka dan risiko pada zaman penjajahan Jepang.[4]

Konsili Vatikan II membawa banyak pembaruan yang sangat dirasakan sekitar tahun 1965 dengan semakin besarnya ketelibatan kaum awam dalam pewartaan, penggunaan bahasa lokal dalam Perayaan Ekaristi, tata letak dan posisi altar yang tidak lagi menhadap ke dinding Gereja, sehingga posisi umat dan imam lebih menyatu sebagai suatu kesatuan persembahan bagi Tuhan dalam Perayaan Ekaristi.[4]

Sejak tahun 1961 sesuai dengan Konstitusi Apostolik XXIII, tentang Hierarki Gereja Katolik Indonesia, maka nama Gereja Katedral Malang yang semula adalah Gereja Katedral Santa Theresia, diganti dengan nama resmi yang baru yaitu Gereja Katedral Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel.[4]

Secara Organisatoris Paroki Katedral baru mempunyai Pengurus Dewan Paroki pada tahun 1972. Sebutan wilayah maupun lingkungan belum muncul, tetapi istilah kring sudah mulai dipakai untuk menggantikan istilah kelompok umat di suatu daerah dan yang masih tersebar. Kemudian pada tahun 1980 diganti istilah lingkungan yang dikenal sebagai komunitas basis.[4]

Perubahan iklim politik yang terjadi sejak tahun 1965 memicu perkembangan yang luar biasa di segala bidang bagi Gereja hingga rentang waktu yang cukup lama sekitar 2 dekade. Luas wilayah Paroki Ijen pun semakin lebar. Waktu itu Paroki Langsep dan Paroki TIdar masih termasuk wilayah Paroki Ijen. Dengan demikian wilayahnya begitu luas hingga daerah Bandulan, serta daerah yang kita kenal sebagai kawasan Lembah Dieng sekarang. Pemekaran dilakukan pada tahun 1970 seiring dengan kerjasama pastoral dengan komunitas Imam Vincentius a Paulo yang dikenal dengan Ordo CM. Maka pada tahun 1972, sebagian wilayah Paroki Ijen yaitu daerah Taman Buah-buahan, hingga Bandulan diserahkan pada Ordo CM, dan jadilah Paroki Langsep dan kemudian disusul dengan berdirinya Paroki Tidar pada tahun 1996 tetapi masih dalam naungan Ordo Karmel.[4]

Galeri

  • Halaman Katedral Ijen Malang
    Halaman Katedral Ijen Malang
  • Tampak depan Katedral Malang
    Tampak depan Katedral Malang
  • Suasana di dalam Katedral Malang
    Suasana di dalam Katedral Malang

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ "Cathedral of Our Lady of Mount Carmel". GCatholic.org. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-12. Diakses tanggal 14 Juli 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Historical Buildings". Office of International Affairs. Universitas Merdeka Malang. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-01-11. Diakses tanggal 14 Juli 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Fikyansyah, Achmad. "Gaya Arsitektur Gereja Ijen Malang Yang Jadi Bangunan Cagar Budaya - TIMES Indonesia". Gaya Arsitektur Gereja Ijen Malang Yang Jadi Bangunan Cagar Budaya - TIMES Indonesia. Diakses tanggal 2025-10-04.
  4. 1 2 3 4 5 6 7 "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-30. Diakses tanggal 2023-06-30.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Malang Cathedral.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan