Rabu, 28 Oktober 2026
22:52 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Karl Weinbacher

Karl Weinbacher

Bagikan:
Karl Weinbacher
250px-Karl_Weinbacher.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Weinbacher dalam tahanan Inggris (1945)
Lahir(1898-06-23)23 Juni 1898
Meninggal16 Mei 1946(1946-05-16) (umur 47)
Penyebab kematian
Eksekusi dengan cara digantung
PekerjaanManajer bisnis Jerman dan penjahat perang
Status pidana
Eksekusi dengan cara digantung
MotifKeuntungan finansial
VonisKejahatan perang
Hukuman pidana
Mati
Rincian
Korban~1,1 juta (sebagai kaki tangan)
Rentang waktu kejahatan
1 Januari 1941 –31 Maret 1945
NegaraJerman dan Polandia
LokasiKamp konsentrasi Auschwitz
Kamp konsentrasi Sachsenhausen
Kamp konsentrasi Neuengamme
Kamp konsentrasi Majdanek
Kamp konsentrasi Ravensbrück
SenjataZyklon B

Karl Weinbacher (23 Juni 1898 – 16 Mei 1946) adalah seorang manajer dan penjahat perang asal Jerman yang dieksekusi setelah dinyatakan bersalah oleh pengadilan perang Inggris setelah Perang Dunia II. Ia dan bosnya, Bruno Tesch, adalah satu-satunya pengusaha yang dieksekusi atas peran mereka dalam kekejaman Nazi dan Holokaus di Eropa Barat.

Kehidupan

250px-Tesch_trial.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
(Dari kiri ke kanan) Tesch, Weinbacher, dan Drosihn saat diadili pada bulan Maret 1946
250px-Auschwitz_the_zyclone_B_containers.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tabung gas beracun Zyklon B kosong yang ditemukan oleh Tentara Merah pada akhir Perang Dunia II di Auschwitz

Weinbacher bekerja di Degesch (Deutsche Gesellschaft für Schädlingsbekämpfung, yang berarti Perusahaan Pengendalian Hama Jerman) hingga tahun 1924, dan kemudian di Tesch & Stabenow (disingkat Testa), tempat ia menerima jabatan manajer pada tahun 1927, dan pada tahun 1943 menjadi direktur dan wakil eksekutif di bawah pemilik dan kepala eksekutif Bruno Tesch. Testa memproduksi dan menjual Zyklon B, yang digunakan tidak hanya untuk pengendalian hama dan pembasmian hama, tetapi juga dalam Holokaus di kamar gas Auschwitz untuk membunuh orang. Weinbacher menerima komisi atas semua laba perusahaan, termasuk penjualan Zyklon B.

Setelah berakhirnya Perang Dunia II, Weinbacher, Tesch, dan Joachim Drosihn, teknisi gas pertama di firma tersebut, ditangkap pada tanggal 3 September 1945. Mereka diadili oleh pengadilan militer Inggris di pengadilan Curiohaus di Hamburg dari tanggal 1 hingga 8 Maret 1946, yang juga disebut pengadilan Testa atau pengadilan Zyklon B. Dalam kasus Weinbacher dan Tesch, pengadilan memutuskan bahwa jaksa penuntut telah membuktikan bahwa keduanya mengetahui bagaimana SS akan menggunakan Zyklon B. Tesch dan Weinbacher dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman mati pada tanggal 8 Maret 1946, sementara Drosihn dibebaskan. Tesch dan Weinbacher digantung di penjara Hamelin atas kejahatan perang pada tanggal 16 Mei 1946.[1]

Bibliografi

  • Angelika Ebbinghaus: Der Prozeß gegen Weinbacher und Stabenow - Von der Schädlingsbekämpfung zum Holocaust. In: 1999 - Zeitschrift für Sozialgeschichte des 19. und 20. Jahrhunderts 13 (1998), H. 2, p. 16–71 (pdf)[pranala nonaktif permanen]
  • Jürgen Kalthoff / Martin Werner: Die Händler des Zyklon B. - Weinbacher & Stabenow. Eine Firmengeschichte zwischen Hamburg und Auschwitz. Hamburg 1998, ISBN3-87975-713-5.

Referensi

  1. ↑ "The Zyklon B Case: Trial of Bruno Tesch and Two Others. United Nations War Crimes Commission, 1947". 2010-11-19. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-11-19. Diakses tanggal 2022-06-24.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan