Selasa, 27 Oktober 2026
10:24 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Karakul (topi)

Karakul (topi)

Bagikan:
250px-Karzai-usaid.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hamid Karzai, Mantan Presiden Afghanistan, sering terlihat mengenakan topi Karakul

Topi Karakul (atau Qaraqul) (Pashto/Persia: قراقلی) adalah sebuah topi yang terbuat dari rambut domba Qaraqul atau sering kali dari rambut lembu foetus.[1][2][3][4] Topi triangular tersebut merupakan bagian dari pakaian adat orang asli Kabul yang telah dikenakan oleh beberapa generasi pria di Afghanistan. Rambut yang digunakan untuk membuatnya disebut sebagai Astrakhan, broadtail, qaraqulcha, atau lembu Persia. Qaraqul artinya rambut hitam dalam bahasa Turkic, mirip dengan jenis topi yang umum di kalangan orang Turkic. Topi tersebut berpucuk, dan terasa datar saat dipakaikan di kepala.

Topi qaraqul biasanya dikenakan oleh pria di Asia Tengah dan Asia Selatan. Qaraqul dikenakan oleh mantan raja Afghanistan, Amanullah Khan pada 1919. Karakul, yang telah menjadi kekhasan bagi seluruh pria perkotaan berpendidikan sejak permulaan abad ke-20, telah menjadi mode di Afghanistan.[5][6]

Lihat pula

Referensi

Templat:Busana di Asia Selatan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan