Senin, 12 Oktober 2026
09:47 WIB
TERKINI
Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Lampung Cuaca Lampung 10 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Potensi Hujan Lokal Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Meroket di Akhir Pekan, Sentuh Rp2,5 Juta per Gram Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Lampung Cuaca Lampung 10 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Potensi Hujan Lokal Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Meroket di Akhir Pekan, Sentuh Rp2,5 Juta per Gram Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km
Kapu

Kapu

Bagikan:
250px-Roughing_It_-_521.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi laki-laki dan perempuan Hawaii sedang makan bersama. Hal ini dilarang oleh adat kapu.

Kapu adalah adat istiadat orang-orang Hawaii kuno yang mengatur gaya hidup, peran gender, politik dan agama Hawaii. Pelanggaran-pelanggaran kapu sering kali merupakan pelanggaran yang berkaitan dengan hal-hal fisik, tetapi ada pula yang dianggap sebagai ancaman terhadap kekuatan spiritual atau mana. Kapu ditegakkan tanpa memandang bulu dan orang yang melanggar kapu (bahkan yang tidak disengaja) dapat dibunuh,[1] Koʻo kapu. Konsep ini terkait dengan tabu dan tapu atau tabu dalam budaya-budaya Polinesia lainnya. Kata kapu dalam bahasa Hawaii sering kali diterjemahkan menjadi "terlarang" atau "pamali". Salah satu contoh aturan kapu adalah laki-laki dan perempuan tidak boleh makan bersama.

Sistem ini berlaku di Hawaii hingga tahun 1819 saat Raja Kamehameha II bersama dengan ibunya Keopuolani dan ibu tirinya Ka'ahumanu menghapuskan sistem ini dengan secara simbolis memakan bersama makanan-makanan terlarang dengan perempuan-perempuan istana. Penghapusan sistem ini memastikan kekuasaan politik Dinasti Kamehameha karena membatasi kekuasaan para penguasa di bawahnya (pada awalnya, penguasa-penguasa pulau dapat memperoleh peringkat, kekuasaan dan martabat lewat sistem politik ini).[2]

Referensi

  1. ↑ http://www.islands.com/article.jsp?ID=47759&typeID=122&categoryID=0 [pranala nonaktif permanen]
  2. ↑ Kāwika Tengan, Ty P. Native Men Remade: Gender and Nation in Contemporary Hawai'i (North Carolina: Duke University Press, 2008), 36
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan